LPG 3 Kilo Kembali Langka di Kutim
1 menit baca3.960 kali dibaca

SANGATTA - Masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kerap kali diresahkan dengan krisis tabung elpiji tiga kilo gram. Kali ini, kelangkaan tabung gas melon kembali terjadi di sejumlah wilayah di daerah itu. Belum diketahui pasti penyebabnya.
Informasi yang dirangkum Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) jika satu pengecer bisa menjual 25 hingga 60 tabung. Syaratnya, warga mampu haram menggunakan tabung gas 3 kg ini. Salah satu indikator warga yang menggunakan tabung tiga kilo ialah memiliki penghasilan di bawah Rp1 juta satu. Lebih dari itu diwajibkan menggunakan tabung 5,5 kg - 12 kg.
Dikatakan Kadisperindag Kutim, Edwar Azran kuat dugaan para pengecer melayani penjualan kepada semua pembeli, tak terkecuali bagi keluarga mampu. Makanya, di lapangan saat ini terjadi kelangkaan. Edwar Azran menilai apa yang dilakukan pengusaha adalah pelanggaran berat.
“Sudah kami sosialisasikan hal ini. Kami minta bagi warga mampu untuk tidak menggunakan tabung 3kg. Silahkan beralih ke 5,5kg atau 12kg,” ujar Edwar.
MEnurut dia, beralih ke gas dengan takaran lebih besar, pengusaha ataupun warga mampu tidak perlu membeli tabung baru. Cukup tukar tambah dengan tabung yang sudah ada.
“Ini semua bertujuan untuk mengurangi kelangkaan dan terpenting taat akan aturan serta mengembalikan hak warga miskin,” katanya.
Dirinya yakin, jika penggunaan tabung elpiji tepat sasaran maka di Kutim terhindar dari kelangkaan seperti saat ini. Sebab, pihaknya sudah menyesuaikan dengan jumlah warga Kutim yang berhak menggunakan elpiji.
“Makanya kami katakan jika tabung yang datang sudah sesuai. Tabung tidak ada pengurangan. Semua hanya isu saja. Sebenarnya warga sendiri yang memborong tabung. Terlebih bagi mereka pengusaha. Padahal bukan haknya,” katanya. (yul1116)










