Izin Transmart Lambat Awang Kesal
3 menit baca3.506 kali dibaca

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyindir Pemkot Samarinda yang lambat menerbitkan perizinan pusat perbelanjaan dan wahana bermain Transmart Samarinda. Gubernur menilai ada maksud lain di balik lambatnya proses perizinan itu.
“IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang seharusnya dua hari sampai dua bulan belum selesai juga. Padahal Sekda Kota Samarinda berjanji saat rapat terakhir (pembangunan Transmart) akan segera selesai,” ujar Awang Faroek saat groundbreaking pembangunan Transmart di Jl Bhayangkara Samarinda, Jumat (27/10).
Pemkot Samarinda mestinya senang dengan pembangunan pusat berbelanjaan dan wahana bermain dalam ruangan itu. Sebab, Transmart pasti akan turut menggenjot perekonomian Samarinda. Karena itu, tak ada alasan untuk mempersulit perizinannya.
“Alhamdulillah, walaupun lambat tiga tahun menunggu, karena perizinan yang tidak sesuai aturan. (Padahal) sekarang semua sudah serba cepat, tapi mereka (Pemkot Samarinda) berlomba-lomba membuat jadi lambat dalam menerbitkan perizinan seperti ini. Karena ada kepentingan,” kata Awang Faroek ditemui usai groundbreaking.
Selain soal perizinan, Awang Faroek juga menyoroti pembangunan di Kota Samarinda yang dinilai semrawut. Seperti pembangunan Taman Samarendah yang mengorbankan gedung SMPN 1 dan SMAN 1 Samarinda. Pembangunan itu tanpa koordinasi dengan dirinya.
“Itu bahkan kebanggan kita yang merupakan heritage SMPN 1 dan SMAN 1 Samarinda dibongkar begitu saja. Saya banyak diprotes oleh alumni. Kota Samarinda harus bersyukur dengan kehadiran Transmart,” kata Awang Faroek lagi.
Awang Faroek mengingatkan agar Pemkot Samarinda mengikuti saran darinya sebelum membangun. “Saya kecewa ternyata mindset-nya tidak bisa dirubah. Coba ikuti saran saya, saya sudah siapkan lahan 1.000 meter lebih, di dekat stadion untuk dibangun taman kota,” pungkasnya.
Sekkot Samarinda, Sugeng Chairuddin menepis tudingan gubernur. Menurutnya, perizinan Transmart tak bisa diproses karena belum adanya pengajuan ke Pemkot Samarinda. “Loh, bagaimana mau diberikan izin, pengajuan berkas perizinan saja belum ada,” ujar Sugeng.
Sugeng pun tak mengelak jika ia sudah bertemu dengan pejabat Pemprov Kaltim untuk membahas persyaratan pendirian Transmart yang rencananya akan dibangunan empat lantai tersebut. “Namun setelah kami jabarkan persyaratannya, tidak ada ada tindakan lebih lanjut. Makanya kami anggap mereka belum menyerahkan berkas pengajuan perizinan,” tegasnya.
“Sebenarnya kalau semua lengkap, sehari saja bisa jadi, bahkan tiga jam pun kelar. Namun mereka hanya sekedar menanyakan syaratnya dan tidak kembali lagi,” sambung Sugeng.
Walau pembangunan Transmart melibatkan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda tak akan serampangan dalam menerbitkan perizinan. Semua syarat yang diperlukan harus lengkap dan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Begitu pula dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), harus melalui uji publik.
“Saya tidak memandang ajuan perizinannya itu dari mana,” tegas Sugeng.
Diketahui, Transmart akan menyewa gedung yang dibangun Perusahaan Daerah Melati Bhakti Setya (Perusda MBS) Kaltim, di Jl Bhayangkara, Samarinda, selama 30 tahun. Pembangunan gedung oleh Perusda MBS diperkirakan selesai pada akhir 2018.
Transmart akan dibangun empat lantai seluas 33.342 meter persegi, terdiri atas ground floor, yang terdapat restoran-restoran mewah. Kemudian di lantai 1 akan terdapat supermarket Transmart dan department store. Lalu, di lantai 2, terdapat home furnishing kerja sama dengan Index International Company. Sedangkan di lantai 3 terdapat Trans Studio Mini dan Cinema.
“Total investasi antara Perusda MBS dan Transmart sekitar Rp360 miliar hingga Rp400 miliar,” kata Expansion Senior General Manager PT Trans Retail Indonesia Herman Budi Susilo.
Direktur Perusda MBS Agus Dwitarto mengatakan pembangunan gedung Transmart menggunakan pola pengembangan rancang bangun serta jalinan kemitraan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pembangunan Perumahan (PP).
“Penganggaran pendanaan (pembangunan gedung) melalui investasi jangka panjang Rp 200 miliar dari kredit investasi Bank Pembangunan Daerah Kaltim,” tutur Agus.
Selain itu, Transmart sendiri akan berinvestasi Rp 160 miliar untuk penyelesaian interior. Nantinya terdapat area parkir dengan kapasitas 500 mobil. (rs/ms/tco)










