Data sementara yang terhimpun, diketahui ada setidaknya 18 ribu titik Nomor Urut Pendaftaran (NUP) aset Kaltim - Kaltara yang belum terdata. “Nilainya bisa sampai ratusan triliun, nilainya sangat tinggi,” ujarnya.
Aset pemerintah memang terdiri dari banyak item. Tapi yang menyangkut layanan umum misalnya infrastruktur jalan dan jembatan. Tanah juga bangunan gedung-gedung, saluran irigasi dan masih banyak lainnya.
Ia membeber munculnya gagasan pelaksanaan IP BMN diawali permintaan Komisi XI DPR RI kepada Menteri Keuangan. Mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi ulang atas nilai BMN yang akan digunakan kembali sebagai dasar penerbitan underlying asset Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Setelah diinventarisir, diketahui secara nasional aset yang akan dilakukan penilaian kembali yaitu sebanyak 934.409 titik (NUP). Sebanyak 108.524 NUP berupa tanah yang harus dikunjungi atau disurvei.
Sementara itu, 434.801 NUP gedung atau bangunan serta 391.084 NUP berupa jalan, irigasi dan jaringan yang pengecekannya dilakukan dengan metode desktop valuation atau penilaian yang dilaksanakan tanpa melakukan survei pengamatan langsung atas objek.
Penilaian tersebut kata Surya Hadi, untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat atas pengelolaan aset negara.
Selain itu, penilaian atas aset yang selama ini belum digunakan secara maksimal yang dianggap sebagai aset mangkrak akan meningkatkan pencatatan aset negara.
DJKN Kaltim - Kaltara kata dia mentarget tahun 2017-2018 rampung menginventarisir sebanyak 6 ribu NUP. “Kami sangat optimis,” kata dia.
Bagi dia, jumlah itu itu tak terlalu banyak jika dibanding dengan provinsi lain misal di Bali dan Nusa tenggara.
Awal November 2017 diperkirakan sudah bisa selesai penilaian asetnya. “Apakah ada kenaikan atau tidak? termasuk aset yang tidak terdata yang belum dimanfaatkan,” kata dia. Menggapai target itu, DJKN Kaltim - Kaltara sudah membentuk 12 tim penilai.
Soal aset jalan, Kaltim tercatat memiliki ruas jalan sepanjang 1.588,68 kilometer (km) sampai tahun 2015. Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kaltim, angka kondisi jalan menyusut dibanding tahun 2011, 1.628,07 km.
Di tahun 2015, diketahui kondisi jalan Kaltim yang masih dalam kondisi baik sepanjang 586,78 km. Sedangkan jalan yang kondisinya rusak dan rusak berat 474,92 km. Panjang jalan yang didata merupakan jalan yang sudah beraspal, belum termasuk jalan berupa tanah dan pengerasan. (rs)
Data Kondisi Jalan Kaltim (Km)
Tahun Baik Sedang Rusak Rusak Berat Total
2011 981,59 306,8 274,51 65,17 1.628,07
2012 901,89 332,75 258,8 134,63 1.628,07
2013 452,98 329,52 251,39 562,49 1.596,38
2014 454,65 382,66 275,64 471,93 1.584,88
2015 586,78 526,98 259,89 215,03 1.588,68
sumber data: Dinas PU dan kimpraswil kaltim