“Saya Hadapi dengan Tenang”
3 menit baca2.715 kali dibaca

TENGGARONG – Dukungan untuk Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari terus mengalir. Kamis (29/9) malam tadi, sejumlah kelompok masyarakat menggelar doa bersama. Di media sosial, dukungan kepada Rita juga terus berdatangan.
Di antara yang menggelar doa bersama adalah Majelis Taklim Distorsi dan masyarakat Muara Jawa. Langkah ini sebagai respon atas ditetapkannya bakal calon gubernur Kaltim itu sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kami berdoa untuk Bunda Rita, keluarga dan semua sahabat-sahabat semoga dalam lindungan Allah dan diselamatkan dalam semua cobaan,” kata tokoh masyarakat Muara Jawa, H Sudirman Hadi.
Kasus hukum yang menjerat Rita bahkan juga menjadi perhatian Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, HAM Salehoeddin II. Sultan mengimbau agar semua pihak mendukung proses hukum namun tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. “Hormati proses hukum dan mari kita setop ujaran kebencian caci maki di media sosial,” imbuh Sultan.
Pada 4 Oktober nanti, juga akan digelar aksi menyalakan lilin oleh ribuan warga Kukar di bawah Jembatan Kartanegara. Aksi dukungan moril ini bertajuk “Menyeru Keadilan, Merawat Toleransi”.
Penetapan Rita sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah mengejutkan lapisan masyarakat. Ada yang menduga Rita menjadi korban politik. Apalagi sejarah serupa pernah menimpa Syaukani HR, ayah Rita. Mereka sama-sama terjerat hukum menjelang Pilkada.
Namun di tengah permasa-lahan yang membelitnya, Rita tetap tegar. Ia bahkan berjanji akan menjalani proses hukum dengan kooperatif. Rita memang dikenal sebagai kepala daerah yang menyuarakan pemberantasan korupsi.
“Saya akan menjalani proses hukum, bekerja sama dan kooperatif serta mendukung langkah-langkah pemberantasan korupsi. Saya minta maaf kepada rakyat Kukar. Terima kasih kepada rakyat yang support dan mendoakan saya,” ungkap Rita.
“Saya akan hadapi dengan tenang,” sambung Rita.
Rita memahami kebingunan masyarakat ihwal lonjakan hartanya yang ramai diberitakan. Namun, kata bupati kelahiran Tenggarong, 7 November 1973 ini, semua dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam LHKPN 2015 tercatat Rita memiliki harga sebesar Rp236 miliar. Jumlah itu termasuk taksiran harga tambang dan perkebunan kelapa sawit. Dalam LHKPN lima tahun sebelumnya, aset itu tak dilaporkan karena kurangnya pemahaman Rita mengenai laporan kekayaan. “Sebelumnya saya hanya laporkan hasil tambang. Kemudian oleh petugas LHKPN KPK, aset itu harus dihitung. Saya bingung, kemudian petugas LHKPN bilang anggap saja kalau ada yang beli berapa taksirannya,” jelas Rita.
Rita meyakinkan bahwa tak ada penambahan harta signifikan selama ia menjabat bupati dua periode.
JEJAK KARIER
Rita menjadi bupati untuk kali kedua melalui jalur perorangan pada 2016 lalu. Saat ini, Rita juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur 2016-2019.
Rita memiliki segudang perjalanan karier. Tercatat Rita pernah menduduki sejumlah jabatan di Kukar, mulai dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kukar, hingga Ketua DPRD Kukar 2009-2014.
Awal karier politik Rita dimulai pada saat dirinya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Partai Golkar Kukar 2005-2009.
Selain itu, Rita juga cukup aktif dalam DPP KNPI sejak 2008-2015. Dirinya pernah menjabat Wakil Bendahara DPP KNPI 2008-2011, Bendahara Umum DPP KNPI 2011-2015, dan Bendahara Umum Korps Alumni KNPI 2015. Terakhir, Rita dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Bendaraha Umum SEA Games XXIX.
Bupati perempuan pertama di Kalimantan ini diketahui banyak menerima penghargaan, baik nasional maupun internasional. Salah satunya dari Global Leadership Awards 2016 untuk kategori Woman Icon Of The Year dari majalah bisnis asal Malaysia, The Leaders International yang bekerjasama dengan American Leadership Development Association.(kk)










