Dinobatkan Jadi Duta Musik dan Budaya
3 menit baca6.983 kali dibaca
TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari dinobatkan Original Record Indonesia (ORI) sebagai duta pemerhati seni musik dan budaya. Rita juga meraih dua penghargaan setelah sukses memadukan pentas kesenian daerah dan rock cadas internasional dalam satu panggung.
Ya, Rock In Borneo (RIB) menghadirkan grup band Indonesia Jamrud dan grup band internasional Skid Row ke Tenggarong. Dalam satu panggung juga tampil kesenian daerah Mamanda dan Tari Jepen. Aksi kontras dua aliran ini disaksikan 60 ribu pasang mata yang hadir di Lapangan Panahan Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.
Lewat suksesnya gelaran Rock In Borneo kali keenam, Rita Widyasari secara pribadi bertekad melestarikan kesenian daerah.
“Kami ingin anak muda Kaltim tetap mencintai kesenian tradisional Mamanda. Juga kesenian daerah lainnya, seperti jepen, tarsul, beladon, belian serta tari enggang ditampilkan pada RIB 2017. Para pemuda harus kreatif dan tak ketinggalan teknologi,” ucap Rita saat menyampaikan sambutannya.
Dua penghargaan yang diberikan ORI sebagai tokoh pemerhati musik dan budaya serta penghargaan Duta ORI Pemerhati Seni Musik dan Budaya karena mampu memadupadankan kesenian khas Kutai dengan pertunjukan musik rock berkelas internasional.
“Kami melihat komitmen Bupati Rita, melalui even tingkat internasional. Menyajikan kesenian khas Kutai. Artinya ini bisa memiliki penikmat lebih luas, apalagi penonton yang hadir ribuan,” ujar Presiden ORI, Agung Elvianto di Tenggarong.
Agung berharap, para pemimpin daerah di seluruh Indonesia bisa mencontoh untuk melakukan inovasi terhadap pelestarian kebudayaan lokalnya masing-masing, “Original Rekor Indonesia (ORI) yang sudah eksis sejak 2007 memang berfokus pada rekor yang bersifat kebudayaan asli Indonesia. Saat ini sudah ada 3000 rekor yang kami catatkan. Kami berafiliasi dengan Guinness world record,” paparnya
Pertunjukan pentas yang menghadirkan grup musik dunia, Skid Row memang mengundang kaum muda. Pantauan media ini, tepat pukul 22.00 Wita, Rachel Bolan (bass/vokal), Scotti Hill (gitar/vokal), Rob Hammersmith (drum), Dave Sabo (gitar/vokal) dan ZP Theart (lead vokal) menggebrak Kota Raja.
Lagu-lagu hits Skid Row seperti I Remember You dan 18 and Life membuat puluhan ribu penonton hanyut.
Sepanjang Sabtu, mulai pukul 10.00 Wita, Tenggarong sudah digebrak musik keras dari sejumlah grup band lokal asal Tenggarong, Samarinda, Malang, Magelang dan Bandung. Juga penampilan tim kesenian tari jepen, tari belian dan lainnya dari Kukar, Kubar dan Kutim.
“Setiap waktu salat, kami isi dengan salat berjamaah di lokasi kegiatan tersebut,” kata Akbar Haka selaku koordinator RIB 2017.
Setelah penampilan jepen dan mamanda, penonton langsung digebrak penampilan grup band Jamrud. Satu persatu lagu andalan dibawakan Krisyanto bersama rekan-rekannya, Aziz Mangasi Siagian (gitar), Ricky Teddy (bass), M Irwan (gitar) serta Danny Rachman (drum). Penonton seketika bernostalgia dengan lagu hit Jamrud di awal 2000-an, terutama tembang Surti dan Tejo dan Selamat Ulang Tahun yang disambut nyanyian bareng para penonton.
“Terima kasih kepada Bunda Rita Widyasari telah menghadirkan kami ke Tenggarong. Ini pengalaman pertama kali manggung di bumi Kukar,” ucap vokalis Jamrud, Krisyanto.
Konser musik berlangsung aman dan terkendali sampai selesai. Pengamanan melibatkan ratusan personel Polres Kukar dibantu petugas Satpol PP, Dishub serta Kodim 0906/Tenggarong. Pelaksanaan konser Rock In Borneo kali ini memasuki tahun keenam.
Sebelumnya, Kukar sukses menggelar konser rock dunia yang semula bertajuk Kukar Rockin’ Fest dengan mendatangkan grup rock internasional, seperti Sepultura (2012), Helloween (2013), Testament (2014), FireHouse (2015), dan MLTR (2016). (hei/fir)










