Ia menyebut, selain dari Forum Kebangsaan permintaan datang pula dari kelompok orgasnisasi masyarakat (ormas). Hal itulah kemudian kata dia, yang membuat pihaknya bersemangat menggelar nobar.
“Ada juga permintaan dari Pemuda Pancasila, kebetulan kemarin ada event skala nasional mereka di Samarinda, dan mereka menyampaikan hal tersebut,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan nobar ini akan digelar pada 30 September. Danrem membeber, nobar akan dipusatkan di Convention Hall Sempaja Samarinda. Karena selain para tokoh Kaltim dari Forum Kebangsaan juga akan hadir. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga dijadwalkan hadir sekaligus memberikan arahan dan orasi.
“Kami antisipasi kalau banyak yang akan hadir, karena ada juga permintaan dari Ponpes Hidayatullah, untuk kegiatan serupa. Mereka minta ke kami, dan saya mencoba menggabungkan ketiga elemen ini, kapan mau melaksanakan kami akan fasilitasi. Biasa kan kita nonton di kantor saja, Alhamdulillah masyarakat sendiri yang meminta,” tukasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pemutaran film G30S/PKI juga dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sejarah bangsa. Kegiatan ini juga dimaksudkan menjadi sarana mendekatkan TNI dengan masyarakat.
“Kalau untuk radikalisme dan komunisme di Kaltim dan Kaltara sangat minim, karena kan semua terpantau. Kami bendung di Kaltara saat ada jaringan Marawi kemarin. Kalau yang dari luar Kaltim kami terus upayakan membendung,” tandasnya. (rs)