Kemacetan di Jakarta Bakal Berkurang kalau ASN Pindah ke IKN Nusantara
2 menit baca665 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jakarta ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dinilai akan mengurangi kemacetan di Kota Jakarta.
Pada tahap pertama pemindahan di 2024 terdapat sebanyak 16.990 orang yang berprofesi sebagai ASN, TNI, dan Polri yang dipindahkan IKN Baru.
Fungsional Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Farida Dewi Maharani mengatakan pemindahan IKN menjadi solusi untuk mengurai kemacetan Kota Jakarta.
Selain untuk mengatasi kepadatan penduduk di Jakarta khususnya serta pemerataan ekonomi bukan hanya terpusat di Jawa.
Dari sisi jumlah penduduk, menurut data BPS (2020-2022), Jakarta (kisaran 10 juta orang), Jawa Barat (48 juta), Jawa Timur (40 juta), Jawa Tengah (36 juta), bahkan Banten (11 juta). Namun, banyak orang dari Jawa Barat (Depok, Bogor, Bekasi) dan Banten (Tanggerang) yang setiap hari melaju dari provinsi mereka menuju Jakarta.
Jika ada ibu kota baru, maka nantinya ada kisaran 970 ribu ASN Pusat (data BKN per Juni 2022) yang akan digeser ke IKN. Angka ini tentu akan mengurangi jumlah kepadatan Jakarta, dan angka ini belum termasuk anggota keluarga yang akan diikutsertakan dalam proses pemindahan IKN.
”Momen ini menjadikan momen untuk memperbaiki kota yang lebih layak huni baik dari aspek tata kota yang lebih hijau dan rapi, aspek pemanfaatan teknologi untuk semua sarana dan prasarana, aspek transportasi publik dan layanan publik yang lebih manusiawi,” ungkapnya dalam siaran pers Ibu Kota Nusantara.
Farida Dewi sendiri bersedia pindah ke IKN Nusantara untuk menuju hal yang lebih baik, hidup di lingkungan yang jauh lebih layak minimal tidak macet, hunian asri dan modern serta udara lebih sehat.
”Apalagi ASN dipilih untuk diprioritaskan dipindah awal, ini tentu keistimewaan tersendiri, dengan catatan ada kejelasan proses pemindahan,” paparnya.
Hal serupa dikatakan Kepala Bagian Tata Usaha Pada Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN dari Badan Kepegawaian Nasional Dewi Suharnitik.
Dewi setuju dengan perpindahan ke IKN Nusantara dari Jakarta karena dapat mengurangi kemacetan di DKI Jakarta dan dapat memperlancar perekonomian.
”Seyogyanya diberikan tunjangan kinerja secara khusus dan ditambah tunjangan lainnya yang dapat menarik minat dari ASN,” ucap Dewi.
Antusiasme ASN dapat diukur dari seberapa siap tempat baru tersebut, minimal kebutuhan-kebutuhan dasar hidup dapat dipenuhi, seperti pasar untuk kebutuhan makan sehari-hari, sekolah untuk ASN yang memiliki keluarga yang masih sekolah minimal SD-SMA, dan rumah sakit. Jika kebutuhan dasar tersebut dapat dipenuhi, maka secara otomatis tidak ada alasan untuk menolak pindah.
”Tentu ASN banyak berharap agar kebutuhan dasar hidup dapat terpenuhi. Dan buat yang berkeluarga, tentu juga berharap untuk mendapatkan tempat hidup yang layak bagi keluarga mereka,” beber Dewi.
Menanggapi hal tersebut Sekretaris OIKN Ahmad Jaka Santos Adiwijaya menyebutkan fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti pasar, sekolah, rumah sakit dan lain-lain sudah direncanakan semenjak awal dan akan siap seiring dengan perpindahan ASN.
”Fasilitas untuk kebutuhan ASN yang pindah sudah dipikirkan dan akan disiapkan. Sebagai contoh rumah sakit bertaraf Internasional rencananya akan hadir di KIPP, kemudian akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang baik,” ujar Jaka.
Editor: Aspian Nur










