Banjir di Paser, Kian Meluas
2 menit baca799 kali dibaca

Penulis: */Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER –Banjir yang merendam sebagian wilayah di Kabupaten Paser semakin meluas. Beberapa wilayah yang sebelumnya tidak terdampak kini mulai tergenang.
Di Kecamatan Long Kali, banjir kini sudah sampai ke Desa Muara Ada 2. Sementara di Kecamatan Tanah Grogot, banjir juga sudah merendam sebagian wilayah di Desa Tanah Periuk. Begitu juga dengan kecamatan lainnya.
Salah seorang guru di SDN 029 Kecamatan Long Kali, Wahyu Adi Triantoro mengatakan air sudah merendam sekolah mereka dengan ketinggian mencapai 129 centimeter.
"Banjir mulai masuk ke Desa Muara Adang 2 sejak hari Sabtu, saat ini air sudah merendam sekolah dan mulai masuk ke dalam kelas," ucap Wahyu Adi Triantoro dihubungi Koran Kaltim, Minggu (19/3/2023).
Selain di Muara Ada 2 Kecamatan Long Kali, kata Wahyu, banjir juga mulai menggenangi kawasan Desa Adang Jaya yang masuk dalam wilayah administrasi Long Ikis. Dalam satu malam, ketinggian air bertambah hingga 30 centimeter. "Ketinggian air semakin bertambah, kecepatannya tidak wajar, semoga bisa segera surut," harapnya.
Sementara di Kecamatan Tanah Grogot, banjir merendam sebagian Desa Tanah Periuk. Saat ini, terpantau ketinggian air mulai bertambah. Beberapa rumah sudah tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Paser Ruslan meminta masyarakat waspada jika kondisi air semakin tinggi agar segera mengungsi dari rumah.
"Kami harap masyarakat bisa waspada dan lebih bersiap, jika memang kondisi air semakin tinggi bisa segera mengevakuasi keluarga dan barang penting lainnya," ucap Ruslan.
Ia berharap kondisi banjir tersebut bisa segera surut, sebab jika ketinggian air terus bertambah akan mengakibatkan gangguan pada aktivitas dan kesehatan masyarakat. "Semoga saja bisa segera surut, supaya aktivitas masyarakat juga tidak terganggu," berharapnya.
BANTUAN SEMBAKO
Pemkab Paser telah menyalurkan ribuan sembako kepada warga terdampak banjir sejak pekan lalu. Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Paser, Abdul Kadir, bantuan diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.
“Sembako tersebut disalurkan sesuai dengan skala prioritas. Hal tersebut telah sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP) dalam penanganan musibah banjir,” ungkap Kadir.
Penyaluran bantuan dilakukan di titik aman di dekat lokasi banjir. Untuk di Kecamatan Long Kali bantuan diserahkan di Kantor Kelurahan Long Kali.
Adapun anggaran yang digunakan dalam penyaluran bantuan tersebut, merupakan bantuan yang bersumber dari APBD Paser dan APBN. "Ditambah lagi anggaran APBD provinsi. Ini kami lakukan karena ingin tindakan cepat," terang Kadir.
Camat Long Kali, M Arfah mengharapkan banjir bisa segera berakhir. "Kami mendata terdapat 15 desa yang terdampak banjir di Kecamatan Long Kali dengan ketinggian air mencapai 1 meter," ucap M. Arfah.
Selain menyebabkan belasan ribu warga terdampak, banjir ini berpotensi menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian gagal panen. "Kalau sudah banjir seperti ini sudah pasti gagal panen," kata Salah seorang warga Kelurahan Long Kali, Sudirman(60).
Editor: Koran Kaltim










