Investor di Kalimantan Timur "Dipimpin" Tiongkok
1 menit baca440 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Tiongkok masih menjadi investor terbesar di Kalimantan Timur sepanjang periode Juli hingga September 2022 ini.
Di bawah Negeri Tirai Bambu, menyusul Singapura dan Korea Selatan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto menyebut, investasi asal Tiongkok terealisasi sebesar 60,25 juta US Dollar atau sekitar Rp864,41 miliar. “Jadi sekitar 19,06 persen PMA (Penanaman Modal Asing) Kaltim pada Triwulan III tahun ini berasal dari Tiongkok,” ujar Puguh.
Investasi asal Tiongkok dalam tersebut, diimplementasikan 11 paket proyek yang dikerjakan di beberapa kabupaten/kota di Kaltim.
Sementara pada posisi kedua, ada Singapura yang memberikan peranan sebesar 16,17 persen dari total PMA di Kaltim selama Juli hingga September 2022. Besaran investasi yang direalisasikan mencapai 49,70 juta US Dollar atau Rp713,31 miliar.
Jumlah paket proyek yang dikerjakan dengan investasi asal Singapura ini menjadi yang terbanyak di antara 25 negara yang terdata menanamkan modalnya di Kaltim. “Ada 109 paket proyek yang dikerjakan lewat PMA asal Singapura ini,” sambungnya.
Sedangkan untuk Korea Selatan, realisasi investasinya di Kaltim tak berbeda jauh dengan nominal yang disumbangkan Singapura. Ada 49,45 juta US Dollar atau Rp709,67 miliar investasi yang terealisasi di Kaltim dari Korea Selatan. Ratusan miliar tersebut diimplementasikan dalam sembilan paket proyek yang tersebar di sejumlah daerah di Benua Etam.
Secara keseluruhan, dari 25 negara yang terdata di DPMPTSP Kaltim, tambahan PMA pada Triwulan II mencapai 307,32 juta US Dollar atau sebesar Rp4,48 triliun. Sedangkan untuk jumlah proyek yang dikerjakan mencapai 229 paket yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kaltim.
“Secara nasional PMA Kaltim berada di level pada Triwulan III Tahun 2022 ini,” ujarnya.
Adapun realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kaltim berada di urutan enam, setelah Jawa Timur dan Banten.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur










