Tahapan yang akan dilakukan, pertama memilih panitia seleksi calor rektor dan melakukan tahapan-tahapan lainnya, seperti penyampaian visi dan misi, debat calon rektor dan uji kelayakan lainnya.
Pemilihan rektor digelar terbuka tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Bahkan kata dia mahasiswa akan ikut serta mengusung calon rektornya. Sesuai statuta Unikarta yang berhak memilih rektor adalah Senat Universitas, dan juga civitas Unikarta.
“Mahasiswa bagian dari keluarga besar Unikarta, jadi boleh mengusung nama calon rektornya, tetap keputusan akhir ada pada YKK selaku penyelenggara Unikarta,” jelasnya.
Erwin mengakui, tugas Plt rektor lebih berat dari rektor defenitif. Karena Plt rektor tanpa dibantu wakil, selama belum ada yang defenitif. Semuanya yang menyangkut urusan akademik, keuangan, dan kemahasiswaan bertumpu kepada Plt.
Erwin mengharapkan, pansel nantinya bisa bekerja lebih cepat untuk mengejar target Bulan Desember 2017 yang akan menggelar wisuda. “Targetnya sebelum wisuda, Desember nanti, rektor sudah terpilih,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unikarta, Suaeb menuntut kepada Plt rektor agar pemilihan dilakukan terbuka dan melibatkan seluruh civitas akademika kampus ungu. LPJ Rektor Unikarta sebelumnya juga dipercepat untuk disampaikan kepada YKK dan mahasiswa. Bagi dia ini bagian penting dari profesionalisme yang harus diterapkan di Unikarta.
“Jika tuntutan kami tidak dikabulkan, maka kami akan demo besar-besaran,” kata Suaeb dengan nada lantang. (ran)