Kaltim Belum Bisa Swasembada Daging Sapi
2 menit baca2.337 kali dibaca
SAMARINDA - Kaltim sejauh ini masih belum bisa memenuhi keperluan daging sapi dari dalam provinsi. Swasembada daging sapi belum tercapai. Mau tak mau, memnuhi keperluan daging sapi untuk Lebaran Iduladha banyak mendatangkan sapi dari luar daerah.
Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengungkap belum tercapainya swasembada daging sapi disebabkan masih minimnya jumlah sapi indukan di Kaltim.
“Sebetulnya kita harus tambah bibit, kita mengoptimalkan sapi indukan supaya angka kelahiran meningkat,” ujarnya dikonfirmasi Koran Kaltim, Rabu (30/8) kemarin.
Diberitakan sebelumnya, untuk keperluan kurban, Kaltim menyiapkan harus 11.837 ekor sapi, 73,13 persen didatangkan dari luar daerah.
Pemprov Kaltim, kata Dadang tak tinggal diam. Melalui program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB), perbaikan pakan, serta perbaikan manajemen peternakan sudah ditempuh untuk meningkatkan populasi hewan ternak. Tapi, diakuinya hasilnya belum maksimal meski Kaltim meliliki potensi peternakan yang baik.
“Potensi lahan cukup luas, pakan tersedia cukup, peternak kita juga sudah baik, tapi jumlah sapi indukan yang perlu ditambah,” paparnya.
Data Disnak Kaltim mencatat saat ini ada sekitar 126 ribu sapi indukan. Jumlah itu, masih sangat kurang. Menambah populasi, masih perlu didatangkan sapi indukan dari luar daerah. “Untuk nambah populasi harus datangkan dari luar, meskipun yang ada di Kaltim juga perlu di tingkatkan angka kelahirannya,” ungkapnya.
Periode 2015 hingga pertengahan 2017, Dinas Peternakan mencatat sedikitnya 463 ribu sapi sudah didatangkan. Sayangnya, kata dia jumlah itu tak hanya untuk memnuhi kebutuhan sapi indukan, tapi juga untuk kebutuhan konsumsi.
Pemerintah lanjut Dadang, juga tak bisa berbuat banyak karena kondisi keuangan tak stabil. Sementara itu, program 2 juta Sapi yang digadang mampu menarik investor untuk mencapai target swasembada daging juga nyaris tak dilirik.
“Memang dari sisi jumlah indukannya yang kurang dan haru ditingkatkan, supaya bisa cepet meningkat ya kami berharap ada investor yang mau menanamkan modalnya. Tapi sampai sekarang belum ada yang tertarik investor, program 2 juta sapi sepi peminat,” ungkpanya. (rs)










