Dani memastikan bahwa pihaknya di pusat terus melakukan lobi-lobi dengan pemerintah Arab Saudi untuk kuota bagi calon jemaah Indonesia. Adapun untuk Kaltim sendiri, ada 2.586 jemaah yang bakal diberangkat jika memang nantinya Arab Saudi membuka kuota bagi calon jemaah Indonesia.
Calon jemaah asal Kaltim yang berangkat nanti merupakan jemaah yang semestinya berangkat ke Tanah Suci pada 2020 silam. Namun lantaran saat itu kasus Covid-19 merebak dan menjadi pandemi yang dirasakan negara-negara di seluruh belahan dunia, maka pembatasan bagi keberangkatan jemaah pun diberlakukan.
“Jadi nanti yang berangkat sesuai dengan jadwalnya, yang 2020 dulu. Jumlah itu sesuai dengan kuota yang ditetapkan di 2019,” imbuh Dani.
Ia pun menyebutkan sejauh ini belum ada perubahan persyaratan untuk jemaah haji yang hendak berangkat. Vaksinasi lengkap masih menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh calon jemaah. Selain itu, pihaknya juga masih belum bisa memastikan apakah 2.586 jemaah haji asal Kaltim bisa seluruhnya berangkat.
Karena ke depannya, selain izin dari Arab Saudi, pihaknya juga menunggu kuota teranyar yang diizinkan pemerintah setempat. Namun secara umum, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian berangkat atau tidaknya jemaah asal Indonesia.
“Bukan gak mungkin ada pengurangan jemaah. Nah berapanya itu kita belum tahu. Kalau ada perubahan pasti akan dilakukan penyusunan ulang atas jemaah yang akan berangkat,” pungkasnya.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Supiansyah