Sabtu, 12/02/2022
Sabtu, 12/02/2022
Terlihat dari atas pemakaman covid-19 tumpukan batu bara yang menggunung dan memanjang, serta alat berat (excavator) di lokasi Sabtu (12/2/2022) sore tadi.(Foto:Nancy/korankaltim.com)
Sabtu, 12/02/2022

Terlihat dari atas pemakaman covid-19 tumpukan batu bara yang menggunung dan memanjang, serta alat berat (excavator) di lokasi Sabtu (12/2/2022) sore tadi.(Foto:Nancy/korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raudhatul Jannah, di Jl Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara kembali ditambang.
Berdasarkan pantau korankaltim.com di lapangan, Sabtu (12/2/2022), para penambang emas hitam tersebut merambah tepat di seberang gerbang masuk pemakaman Covid-19, yang jaraknya hanya sekitar kurang lebih 50 meter.
Di lokasi itu, juga terdapat tumpukan batu bara besar dan memanjang serta kecil yang sudah mulai mengeluarkan asap. Tumpukan besar, tepat berada di seberang gerbang masuk TPU pemakaman Covid-19, sedangkan tumpukan kecil tepat berada di bawahnya.
Terlihat di lokasi terdapat dua alat berat jenis excavator yang tak jauh dari tumpukan batu bara.
Selain itu, tepat di dalam lokasi pengerukan batu bara, juga terdapat dua dump truk warna putih yang tengah parkir serta dua alat berat yang melakukan aktivitas.
Saat dilakukan penelusuran lebih dalam ternyata terdapat pemakaman milik warga yang berada di Jl Giri Mukti 17, 18, 19 Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, yang masih dalam kompleks Jl Serayu tersebut. Aktivitas penambangan itu hanya berjarak kurang dari 10 meter, dengan ketinggian sekitar 25 meter ke bawah, dari pemakaman warga.
Jika diamati, lokasi lahan yang ditambang tersebut berada di tengah-tengah, antara pemakaman serta pemukiman warga.
Terlihat jelas jika aktivitas tersebut terus berlangsung, pemakaman warga tersebut tentunya menjadi rawan longsor, melihat jaraknya yang kurang dari 10 meter.
Menurut keterangan salah seorang pengurus makam Covid-19 mengatakan jika aktivitas tersebut sudah berlangsung kurang lebih empat bulan belakangan ini.
"Tetapi kalau tumpukan batunya sekitar dua bulanan di situ," katanya.
Ia menyebutkan jika belum ada aktivitas hauling yang dilakukan, pasalnya tumpukan tersebut sudah lama berada di situ.
"Mungkin masih menunggu pembelinya. Kalau pun hauling dia pasti lewat dalam itu, lewat SMK 18 yang sejak 2019 sudah tidak digunakan, karena itu ada jalan haulingnya, tembusnya ya dekat jalan poros Samarinda-Bontang, tidak jauh dari posko 7 Disdamkar," tandasnya.
Pekerja pemakaman yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa aktivitas pertambangan itu sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. "Tetapi, ya tidak setiap hari kerjanya. Kalau kerja biasanya dari pagi sampai pukul 22.00 WITA," terangnya.
Ia pun mengatakan jika pemilik batu tersebut kerap datang untuk mengecek.
"Jadi, ini ada dua titik lokasi di depan (gerbang pemakaman Covid-19, sama di bawah dekat SMK 18, yang di sekolah ini sudah ada lubangnya, dikeruk sama mereka," sambungnya lagi.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah
Sabtu, 12/02/2022
Terlihat dari atas pemakaman covid-19 tumpukan batu bara yang menggunung dan memanjang, serta alat berat (excavator) di lokasi Sabtu (12/2/2022) sore tadi.(Foto:Nancy/korankaltim.com)
TERPOPULER