Kapolsek Samboja AKP Anton Saman mengatakan laka lantas ini terjadi diduga akibat sopir bus, Suwarno (41) warga Jalan Pramuka, Komplek Gugus Depan, RT 002 Banjarmasin kehilangan kendali.
“Untuk sementara dugaan laka akibat Out Of Control (Kehilangan kendali),” kata Anton Saman kepada Koran Kaltim, Minggu (27/8) malam.
Dua orang yang mengalami luka berat masing-masing Hamsani (67) warga Jalan Jurusan Pelaihari, kilometer 24, Kecamatan Landasan Ulin Selatan, Banjarmasin. Dia mengalami luka memar dibagian pinggang. Korban lainnya, Abdul Hamid warga Jalan Vatikan No 025/01 Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Amuntai Selatan, Banjarmasin. Kakek 75 tahun ini mengalami luka memar di bagian bahu sebelah kiri dan memar dahi sebelah kanan.
“Total penumpangnya 25 orang. Dua luka berat dan lainnya luka ringan,” sebutnya.
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ramadhani mengungkap peristiwa nahas itu terjadi ketika melintas di TKP sang sopir hilang kendali ketika berusaha mendahului kendaraan di depannya. Tanpa disadari, tepat dari arah berlawanan tiba-tiba muncul sepeda motor. Sopir yang berusaha menghindari kendaraan tersebut membanting setir hingga bus mengarah ke tepi jalan. Akibat laju kendaraan, sopir tak bisa kembali mengendalaikan bus dengan normal. Bus justru terperosok ke jurang sedalam 4 meter.
“Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor, banting setir ke kiri dan oleng ke kanan, hanya beberapa penumpang kehilangan barang,” kata Ramadhani.
Saat peristiwa itu terjadi cuaca sedang cerah. Bus berwarna kuning itu pun melaju dengan kecepatan tinggi. Di lokasi kejadian, badan jalan lurus menanjak kemudian menikung ke kiri.
Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Subandria menambahkan sopir saat ini sudah diamankan untuk dimintai keterangan. Dia menduga sang sopir mengantuk ketika melintasi jalan menurun di jalan di KM 28. “Sopir diduga mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan bus saat melewati turunan di KM 28. Sopir sempat diamankan ke Pos PJR KM 23,” ungkapnya.
Polisi sudah melakukan tes urin kepada sopir untuk mengetahui apakah sopir terindikasi mengkonsumsi narkoba atau tidak. “sopir menjalani tes urin,” kata dia.
Dengan pertimbangan tak ada korban yang mengalami luka serius dalam jumlah banyak, perjalanan akhirnya dilanjutkan. Bagi penumpang yang luka ringan, lecet dan terkilir kata dia kini sudah melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin dengan bus pengganti dari perusahaan yang sama. (ami/yud)
Laka Lantas Poros Samarinda-Balikpapan
Januari-Desember 2016: 133 Kejadian
Meninggal Dunia: 43 orang
Luka berat: 137 orang
Luka ringan: 122 orang
Kerugian Materiil Rp1,6 miliar
Kendaraan yang terlibat:
R2 - 170 unit
R4 - 59 unit
R6 - 32 unit
Januari - 27 Agustus 2017: 72 Kejadian
Meninggal Dunia: 15 orang
Luka berat: 42
Luka ringan: 44
Kerugian Materiil Rp685 juta
Kendaraan yang terlibat:
R2 - 73 unit
R4 - 33 unit
R6 - 14 unit
Catatan
1. Dalam satu kejadian bisa melibatkan satu atau lebih kendaraan
2. Laka lantas terbanyak terjadi siang hari (malam lebih waspada, dibantu cahaya lampu kendaraan)
3. Laka lantas terjadi akibat faktor alam (hujan, jalan licin), faktor kendaraan (rem) dan faktor manusia (mengantuk)