Ia menyebut, kekhawatirannya jika ada perubahan mendadak perusahaan pengelola Blok Mahakam tanpa transfer teknologi yang berjalan stabil, kemungkinan terburuknya adalah produksi akan turun. Blok Mahakam adalah TOTAL E&P. Jika PT Pertamina sebaga owner baru tak melibatkan pelaku lama, tentu akan memerlukan waktu beradaptasi lagi. Jika demikian, produksi tentu akan terganggu.
Tapi, kekhawatiran Awang Faroek sudah terjawab. Pekerja yang sebelumnya berseragam TOTAL dipastikan pada 1 Januari 2018 tidak akan meninggalkan lapangan migas terbesar nasional itu. “Kalau gas turun, berarti bagi hasil turun. Perimbangan pusat juga turun, berarti APBD turun juga. Oleh karena itu jangan sampai terjadi, kita ingin menjaga momentum pembangunan daerah,” tutur Awang.
Hal ini juga berkaitan dengan keinginan TOTAL untuk dapat berpartisipasi dalam pengelolaan Blok Mahakam oleh PHM. Awang juga berpendapat, meski menyerahkan sepenunya keputusan pada pihak TOTAL, namun ia berharap TOTAl tetap dapat terlibat. asalnya selama 50 tahun berada di Kaltim, TOTAL dipandang menjadi salah satu perusahaan yang memiliki kredibilitas baik dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Kaltim dan Indonesia.
Sementara itu, Vice President Autoritazion and Cordination, Comunication, and External Relation TOTAL E&P Indonesie, Agus Suprijanto mengatakan pihaknya masih melakukan pembicaraan bisnis to bisnis dengan pihak PHM, terkait dengan permohonan keterlibatan kembali TOTAL dalam eksplorasi Blok Mahakam. “Diskusi dengan PT Pertamina masih terus dilakukan, diskusi secara bisnis, dan perlu diketahui partisipasi TOTAL kali ini adalah sebagai investor, karena tak hanya kami, ada juga Inpex,” papar Agus.
Demikian pula dengan tawaran kontrak kerja yang diberikan PHM terhadap para karyawan eks TOTAL, Agus mengatakan peralihan karyawan berlangsung kondusif. “Jadi kami, karyawan TOTAL dapat penawaran dari PHM, sudah disampaikan kepada seluruh karyawan. Kami berkomitmen keputusan korporasi menerima semua penawaran kerja,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan mengenai kesepakatan kerja nantinya adalah tergantung kepada individu karyawan masing-masing. Namun ia memastikan, lebih dari 90 persen karyawan TOTAL menerima tawaran PHM. “Soal kesepakatan kerja masih di proses, 1 januari 2018 kami tetap bekerja di sini, di bawah PHM,” ungkapnya. (rs)