Ia menyampaikan, sapi-sapi tersebut rencananya akan diterima oleh seorang pedagang sapi di Samarinda. “Sudah ada uang yang saya setor ke sana (pedagang sapi), tapi kalau sudah begini, saya merasa dirugikan karena sudah terlambat, saya juga khawatir jika sapinya bermasalah, jadi saya minta uang kembali saja,” ujarnya.
Pantauan media ini, KM Artha Mulia tiba di Pelabuhan Samarinda dan mulai membongkar muatan sapi pada Senin (21/8) sekitar pukul 02.00 WITA. Ratuan sapi diturunkan dari atas kapal menggunakan crane, memindahkan ke dalam truk yang sudah mengantre di Pabuhan Samarinda.
Pria pedagang sapi itu meyakini jika KM Artha Mulia yang melakukan pembongkaran sapi di malam hari itu adalah kapal yang sempat diamankan Lanal Balikpapan.
Sementara itu, Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian membenarkan pihaknya mengamankan KM Artha Mulia yang mengangkut ratusan ekor sapi di Samarinda.
“Pengangkut ratusan ekor sapi tersebut melanggar Undang Undang Pelayaran, karena tidak sesuai manifes, itu saja,” kata Irwan kepada Koran Kaltim, Senin (21/8) malam.
Kapal motor tersebut diduga mengangkut melebihi jumlah manifes yang didaftarkan. Dalam daftar manifes kapal tercatat ada 623 ekor sapi akan tetapi faktanya ada 633 ekor. Petugas menemukan selisih 10 ekor sapi.
Pengungkapan tersebut bermula ketika petugas Pos Lanal Muara Sungai Mahakam melakukan patroli sekira pukul 23.45 WITA. Saat patroli rutin berjalan, petugas melihat ada kapal bermuatan sapi melintas. Anggota patroli kemudian melakukan pemeriksaan dan ditemukan ketidak sesuaian manifes kapal. Petugas juga mengamankan 17 kru kapal.
Kemarin, sekitar pukul 19.00 WITA, KM Artha Mulia masih terlihat bersandar di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso.
Kapal tersebut sempat dikabarkan berada di kawasan Jembatan Mahkota II, namun sejumlah awak media yang mencarinya di perairan sekitar jembatan tersebut tidak menemukan kapal yang dimaksud.
Saat ini kapal pengangkut sapi tersebut masih dalam pengawalan ketat anggota Lanal Balikpapan.
Terkait kasus ini Lanal Balikpapan sudah koordinasi dengan Disperindagkop dan Dinas Peternakan Kaltim. “Kita koordinasi terkait, masuk tidaknya sapi tidak berpengaruh stok yang ada,” ungkapnya. (dor/yud)