Namun saat ini ada sekitar 637 ribu hektare hutan mangrove yang mengalami kerusakan kritis. “Total hutan Mangrove yang kita miliki di Indonesia ini 3,1 juta hektare, tersebar di seluruh penjuru Indonesia,” kata Sekretaris Badan Retorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Ayu Dewi Utari.
Pihaknya pun menargetkan rehabilitasi hutan mangrove bisa lebih dimaksimalkan. Setidaknya ada sembilan lokasi yang akan difokuskan untuk melakukan rehabilitasi hutan mangrove dan Kaltim jadi salah satunya
Sebanyak 6 ribu hektare hutan mangrove di Kaltim ditargetkan bisa direhabilitasi karena kondisi hutan mangrove-nya mulai mengkhawatirkan. “Kaltim ini masuk provinsi prioritas. Nanti diperhatikan fungsi ekologinya,” tegas Ayu.
Namun, bukan hanya menfaat lingkungan yang diharapkan bisa diperoleh dalam upaya merehabilitasi hutan Mangrove tersebut. Hutan mangrove harus bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir seperti dengan melakukan pengembangan ekowisata, serta manfaat lainnya.
Terpisah, Kepala Seksi Evaluasi DAS dan Hutan Lindung, Balai Pengelolaan Aliran Sungai dan Hutan Lindung Mahakam Berau, Selly Oktashariany Ayub menyebutkan rehabiltas hutan mangrove harus melibatkan berbagai pihak.
Mulai dari peran serta pemerintah pusat, pemerintahd aerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga akademisi termasuk masyarakat.
“Ini tanggungjawab bersama, jadi tidak bisa dititik beratkan ke satu pihak saja,” kata Selly.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur