Sabani menuturkan bahwa kebijakan untuk membatasi kegiatan masyarakat Kaltim, selama akhir pekan merupakan upaya Pemprov Kaltim dalam menyikapi lonjakan tajam kasus Covid-19 di Benua Etam.
“Kritik, saran, masukan termasuk bully yang kami terima, tentu kami ucapkan terimakasih. Ini merupakan konsekuensi dari setiap kebijakan yang harus diambil,” ujar Sabani, Selasa (9/2).
Namunmengenaievaluasi kebijakan tersebut, Sabani belum bisa berbicara banyak. Lantaran program tersebut baru sekali dijalankan. Namun tak menutup kemungkinan akan ada perkembangan atau tindak lanjut dari kebijakan tersebut.“Harus kita lihat perkembangannya dulu. Tapi evaluasi pasti ada,” imbuhnya.
Sementara terkait kebijakan pemerintah pusat terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, Sabani turut memberikan respons. Menurutnya, pihaknya sudah mengeluarkan kebijakan melalui Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 1 Tahun 2021. Sehingga harapannya, bisa dijadikan acuan untuk masing-masing kabupaten/kota.
Dijelaskan Sabani, pemerintah daerah menjadi pihak yang menjalankan aturan. Sehingga peraturan secara mendetil bisa dilakukan oleh masing-masing daerah sesuai dengan situasi dan kondisi di wilayah mereka. Hal ini sebelumnya juga pernah disampaikan Pemprov Kaltim untuk penerapan PPKM.
BONTANG UBAH SKEMA
Pemkot Bontang memutuskan mengubah skema Kaltim Senyap. Pada Sabtu dan Minggu depan, Bontang akan mengizinkan pasar dan pertokoan buka, meski hanya setengah hari.
“Tadi disepakati boleh berjualan hingga pukul 12:00 WITA,” ujar Dandim 0908/BTG Letkol Arh Choirul Huda usai rapat evaluasi bersama Tim Satgas Covid-19, Selasa (9/2).
Dandim mengatakan, pembatasan kali ini berlaku bagi seluruh pemilik usaha, baik yang berada di dalam pasar maupun yang berjualan di luar. Guna memastikan hal tersebut berjalan pihaknya akan melakukan patroli. “Kalau ada ditemukan pelanggaran akan kami lakukan teguran terlebih dahulu,” tuturnya.
Adapun kelemahan saat Kaltim Senyap pekan lalu, diakui Dandim karena pihaknya terfokus pada penutupan ruas jalan dan penyemprotan disinfektan skala besar, sehingga ada yang terlewatkan. “Sudah kami berikan teguran juga bagi para pelanggar kemarin,” katanya.
Sementara untuk mencegah terjadinya panic buying yang mengakibatkan kerumunan di pasar seperti pada Jumat (5/2) lalu, pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi. “Jadi untuk menghindari itu kembali terjadi kami akan gencar melakukan sosialisasi. Dan masyarakat tidak perlu khawatir, karena pada Sabtu dan Minggu pasar tetap buka hingga pukul 12:00 WITA jadi tidak perlu lagi berbondong-bondong ke pasar hari Jumat nanti,” imbuhnya
Penulis: .*/Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur