Hamdan berharap dengan berakhirnya pilkada serentak 2020, dan terpilihnya kepala daerah yang baru, agar dapat mengurangi dan menuntaskan permasalahan-permasalahan yang ada, termasuk banjir. “Saatnya untuk tepati janji, dan tuntaskan ini,” katanya.
Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Wahidudin menyebutkan jika banjir disebabkan oleh kondisi cuaca yang buruk sehingga saluran drainase melebihi kapasitas.
“Banjir belum kunjung tuntas, ini karena cuaca buruk dan drainase yang over kapasitas, tapi banjir ini sifatnya sementara,” ucapnya.
Berdasarkan data dari pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (Pudalops) BPBD Samarinda, terdapat beberapa titik yang tergenang banjir, di antaranya Jalan Gerilya, Jalan Damanhuri, Jalan AW Syahranie, Jalan Merdeka, Jalan Kemakmuran, Persimpangan Mal Lembuswana, Persimpangan Mugirejo, Simpang Air Hitam, Simpang Pasundan, Simpang Sempaja dan Jalan Pangeran Suryanata.
Disinggung mengenai penanggulangan yang akan dilakukan BPBD untuk, Wahidudin mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melalui kajian yang pernah dirembukkan. Kajian tersebut tertuang dalam dokumen rencana penanggulangan bencana (RPB). “Kajiannya sudah tuntas, tinggal kami lakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk melaksanakan kajian itu sesuai porsi masing-masing,” jelasnya.[]
Penulis :
1. Faishal Alwan Yashir
2. Claudius Vico
Editor : Sardiman