Waduh, Pemkot Balikpapan Ditegur Mendagri Gara - gara Serapan Anggaran Minim
1 menit baca708 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Penyerapan anggaran pada 2020 ini relatif terhambat. Pemerintah Kota Balikpapan bahkan sempat mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri terkait hal tersebut.
Serekretaris Daerah Kota Balikpapan, Sayid MN Fadli mengatakan serapan anggaran saat ini sudah di atas 80 persen.
“Insya Allah, mendekati 90 persen sampai tutup tahun. Tapi masih di bawah serapan 2019,” kata Sayid MN Fadli, Senin (28/12).
Rendahnya penyerapan karena adanya refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan 2020. Di mana sebagian anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. “Khusus untuk Covid-19, penyerapan anggaran relatif cukup baik,” sebutnya.
APBD Balikpapan 2020 setelah perubahan sebesar Rp2,3 triliun. Sedangkan kegiatan prioritas yang tidak dilaksanakan karena refocusing anggaran seperti program pengendalian banjir sebesar Rp22,18 miliar.
Khususnya untuk pembangunan drainase dan gorong-gorong mulai dari Kampung Timur, Sepinggan Baru, Jl Letjen Soeprapto dan Jl Pandan Arum.
Termasuk program pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan yang totalnya Rp41,56 miliar. Kemudian program lainnya yang apabila diakumulasikan mencapai Rp32,8 miliar.
“Tapi sekali lagi, serapan anggaran lebih rendah dari 2019. Namun lebih tinggi dari angka nasional yang berada di 75 persen,” tukasnya.
Adapun realisasi kegiatan prioritas pada tahun ini antara lain pembangunan jalan Kawasan Peruntukan Industri Kariangau dengan total panjang jalan 7,1 km dan lebar desain 24 meter. Anggaran yang dibutuhkan lebih kurang Rp180 miliar.
“Pembangunan dilakukan bersama antara pemerintah kota dengan perusahaan-perusahaan yang berada di KPIK,” ungkapnya.
Selanjutnya, pengendalian banjir dianggarkan Rp71,9 miliar pada tahun ini dan telah dituntaskan sebelum refocusing yakni pengerukan, pembangunan dan revitalisasi Bendali Telaga Sari.
Ada juga revitalisasi drainase Jl Jenderal Sudirman dan lanjutan drainase Jl Mayjen Sutoyo serta gorong-gotong di Jalan Letjen Suprapto.
Penulis : */Hendra
Editor : Bambang Irawan










