Catatan Janji Calon Kepala Daerah di Kaltim
3 menit baca1.660 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang belum usai. Tetapi para jawara Pilkada Serentak 2020 telah terlihat. Masyarakat kini menantikan janji manis saat mereka kampanye.
Di Kutai Kartanegara, petahana Edi Damansyah-Rendi Solihin yang unggul 71,5 persen berdasarkan hitung cepat menjanjikan 10 program unggulan dan 23 program dedikasi. Di antara program unggulan itu ialah beasiswa untuk 10.000 mahasiswa, Rp50 juta per RT, dan Rp100 juta per pesantren.
“Sudah kami siapkan untuk seluruh rakyat Kukar, tapi kita tetap menunggu hasil resmi KPU,” kata Edi Damansyah.
Kata Edi, program-program itu akan diselaraskan dengan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah.
Sementara Rahmad-Masu’ud yang berpasangan dengan Thohari Aziz di Pilkada Balikpapan mengatakan yang terpenting saat ini adalah merangkul semua elemen masyarakat walau yang sempat berbeda pandangan dan pilihan politik. “Yang tidak mendukung, tetap kami rangkul. Bagi yang berseberangan, ayo sama-sama membangun,” tutur Rahmad, Senin (14/12/2020).
Ada beberapa program strategis yang dicanangkan pasangan Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz. Di antaranya program Birokrasi Pemerintahan yang profesional, transparan dan bersih dari praktik korupsi. Kemudian program kesehatan dan pendidikan. Khusus Kesehatan bakal ada subsidi iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan serta pembangunan rumah sakit.
Sedangkan untuk Pendidikan akan diprogramkan pemberian subsidi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi siswa sekolah swasta. Termasuk meningkatkan insentif guru dan pembangunan gedung sekolah. Pun dengan program pengentasan kemiskinan, lapangan pekerjaan, pengentasan banjir.
Sementara Andi Harun calon Wali Kota Samarinda yang unggul berdasarkan hitung cepat mengatakan ia dan Rusmadi akan mewujudkan komitmen yang termuat dalam visi misi dan program yang sudah disampaikan secara luas kepada masyarakat.
Secara prioritas, Andi akan melakukan penanggulangan dan pengendalian banjir. Kemudian, pembangunan dari RT yang akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta-Rp300 juta untuk setiap RT per tahun.
“Kita juga akan buatkan program yang terukur dalam rangka pengendalian pandemi Covid-19, dan pemulihan ekonomi, serta daya beli masyarakat,” pungkas Andi.
Adapun Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase-Najirah telah menyiapkan 15 program unggulan. Di antaranya bebas kuota atau wifi gratis, pemberdayaan penjahit untuk seragam sekolah, peningkatan sarana ibadah dan olahraga, BPJS Kesehatan gratis, dana stimulan untuk RT hingga pariwisata serta pengendalian banjir. Basri Rase optimis program itu mampu terlaksana dalam waktu 3,5 tahun mereka menjabat. “Pemimpin itu harus optimis,” ujar Basri di gedung Auditorium 3 Dimensi, Jl Awang Long, Senin (14/12).
Basri mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam membangun Kota Bontang. “Ini Bontangmu, Bontangku, Bontang kita semua,” pungkas Basri.
Calon Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengatakan dalam waktu dekat ia dan Kasmidi Bulang akan bertemu dengan tim untuk membahas serta menyusun program kerja sesuai visi misi dan janji kampanye.
“Membahas terkait alokasi APBD sehingga dapat mensinkronkan dengan program ke depan. Karena visi misi merupakan janji kepada masyarakat sehingga harus ada sinkronisasi dengan kondisi keuangan,” sebutnya.
Satu di antara yang akan dibahas dalam waktu dekat mengenai pelepasan tapal batas kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) yang membuat masyarakat di Kecamatan Sangatta Selatan dan Teluk Pandan kesulitan membuat Surat Keterangan Tanah (SKT) berupa sertifikat.
“Kami akan menyelesaikan permasalahan lahan masuk kawasan TNK yang belum enclave. Rencana pertama dan menjadi program prioritas untuk melakukan pembebasan,” sebutnya.
Selain itu, utang pemerintah juga nantinya diprioritaskan untuk diselesaikan. Ardiansyah menyebut bahwa tanggungan itu akan menghambat program pemerintah karenanya harus cepat dituntaskan.
“Karena semua harus sinkron antara kemampuan keuangan dan rencana kerja. Tapi memang ada yang skala prioritas harus segera dituntaskan,” sebutnya.
Ardiansyah juga berharap agar Kutai Timur tetap kondusif pasca Pilkada 9 Desember lalu. “Mari bersama-sama merajut tali persaudaraan. Perbedaan jangan dimaknai sebuah permusuhan tapi bagaimana kita tetap bersama-sama membangun Kutim dan menata agar Kutim lebih makmur dan sejahtera,” tandas Ardiansyah.
Tim Penulis :
1. Sabri (Kutai Kartanegara)
2. Hendra (Balikpapan)
3. Faishal (Samarinda)
4. Romi (Bontang)
5. Zulhamri (Kutai Timur)
Editor : Supiyansyah










