Sejarah 20 Oktober, 4 Presiden Indonesia Dilantik Pada Tanggal ini
4 menit baca7.331 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Oktober sudah memasuki pekan terakhirnya. Hari ini, Selasa adalah hari ke 20 di bulan Oktober.
Bagi orang Indonesia, 20 Oktober mencatat banyak peristiwa penting.
Salah satunya, berdirinya Partai Golongan Karya (Golkar) yang merupakan salah satu partai dengan pengaruh besar, di percaturan politik Tanah Air.
Tapi selain itu, 20 Oktober juga merupakan hari bersejarah. Karena, setidaknya 4 presiden Indonesia dilantik pada tanggal ini.
Berikut Korankaltim.com, merangkum untuk anda.
1. Abdulrahman Wahid dilantik, sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia pada 20 Oktober 1999
Pada Juni 1999, partai PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. PKB memenangkan 12 persen suara dengan PDI-P memenangkan 33 persen suara. Dengan kemenangan partainya, Megawati diperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada Sidang Umum MPR. Namun, PDI-P tidak memiliki kursi mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB. Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, koalisi partai-partai Muslim. Poros Tengah mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.
Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie dan ia mundur dari pemilihan presiden. Beberapa saat kemudian, Akbar Tanjung, ketua Golkar dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya 313 suara.
2. Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi Presiden ke-6 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2004.
MPR pada periode 1999–2004, mengamendemen Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sehingga memungkinkan presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Pemilu presiden dua tahap, kemudian dimenangkan Susilo Bambang Yudhoyono dengan 60,9 persen suara pemilih dan terpilih sebagai presiden. Dia kemudian dicatat sebagai presiden terpilih pertama pilihan rakyat, dan tampil sebagai Presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia unggul dari Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi pada pemilu 2004.
3. Susilo Bambang Yudhoyono dilantik sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2009
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2009 (biasa disingkat Pilpres 2009) diselenggarakan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2009-2014. Pemungutan suara diselenggarakan pada 8 Juli 2009. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono berhasil menjadi pemenang dalam satu putaran langsung dengan memperoleh suara 60,80 persen, mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto. Pada 20 Oktober 2009, SBY begitu ia biasa disapa dilantik menjadi presiden ke-6 Indonesia, bersama wakilnya Boediono.
4. Joko Widodo dilantik sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia
Setelah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitas Jokowi melejit berkat rekam jejaknya yang baik dan pendekatannya yang membumi dan pragmatis, seperti yang ditunjukkan melalui program "blusukan" untuk memeriksa keadaan di lapangan secara langsung. Akibatnya, Jokowi merajai survei-survei calon presiden dan menyingkirkan kandidat lainnya, sehingga muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden. Selama berbulan-bulan wacana tersebut menjadi tidak pasti karena pencalonan Jokowi di PDI-P harus disetujui oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan ia menegaskan baru akan menentukan calon setelah pemilihan umum legislatif pada bulan April. Namun, pada tanggal 14 Maret 2014, Megawati akhirnya menulis langsung surat mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden, dan Jokowi mengumumkan bahwa ia bersedia dan siap melaksanakan mandat tersebut untuk maju sebagai calon presiden Republik Indonesia dalam pemilihan umum presiden Indonesia 2014.[66] Selepas pengumuman ini, IHSG dan rupiah naik nilainya, yang dikaitkan dengan sentimen positif investor terhadap berita tersebut.
Pada tanggal 19 Mei 2014, Jokowi mengumumkan bahwa Jusuf Kalla akan menjadi calon wakil presidennya. Pencalonan tersebut didukung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura. Pada hari yang sama, Jokowi dan Jusuf Kalla secara resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum.
Setelah mendengar hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei, Jokowi menyatakan kemenangan pada 9 Juli. Namun, lawannya, Prabowo Subianto juga menyatakan kemenangan, membingungkan warga Indonesia. Pada 22 Juli, beberapa jam sebelum pengumuman hasil pilpres, Prabowo mengundurkan diri dari pilpres. KPU pun mengumumkan kemenangan Jokowi berjam-jam kemudian. KPU menyatakan Jokowi menang dengan 53,15 persen suara (70.997.859 pemilih), sementara Prabowo mendapatkan 46,85 persen (62.576.444 suara), meskipun kubu Prabowo membantah total ini.
Pada 20 Oktober 2014, Joko Widodo dilantik sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.[]
Penulis/editor : Rusdianto
Sumber : Diolah dari berbagai sumber.










