"Saya pikir masyarakat sudah memahami tentang untung dan ruginya dari proses sebuah pelaksanaan demokrasi seperti Pilkada pada saat ini. Sekalipun digembar gemborkan adanya oligarki, atau segala macam adanya proses kekuasaan yang bisa membeli partai saya rasa tetap kondusif. Walaupun saya sebagai salah satu Paslon yang TMS karena ada proses penarikan dukungan partai kepada kita,"ungkapnya kepada media ini belum lama ini.
Suko juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat Kutai Kartanegara yang sudah mendukungnya dan tetap menjaga situasi yang kondusif di tanah Kota Raja.
"Bagi kami dinamika politik itu hal yang biasa, hanya saja yang saya rasa kami berat dukungan mereka masyarakat yang sudah memberikan proses back up dukungan kepada kami. Namun yang terpenting kami sudah mengimbau kepada mereka proses kondisi kondusif ini akan terus memberikan kebaikan kepada kita ini yang utama,"tegas Suko.
Dia juga meminta kepada seluruh pendukungnya agar terus menjaga kedamaian dan silaturahmi antar masyakarat sehingga dalam pelaksanaan Pilkada khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara berjalan aman.
"Jadi kami mengimbau kepada mereka untuk tidak melakukan suatu proses yang sifatnya kekerasan atau menjadi situasi yang tidak aman. Kami meminta masyarakat tarus hidup rukun sehingga proses Pilkada berjalan lancar,"bebernya.
Terkait dukungan suara dalam Pilkada Kabupaten Kutai Kartanegara, Suko menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menentukan pilihan terbaiknya.
"Yang terpenting kita serahkan kepada masyakarat yang akan memilih kepada mereka yang ada calon tunggal kalau tidak silahkan mereka memilih kotak kosong karena itu hak mereka melakukan yang terbaik buat Kutai Kartanegara,"tandasnya.[adv]
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Rusdi