Dalam keterangan di laman resminya, PBB menyebut bahwa tahun ini, semakin jelas bahwa kita (seluruh negara dunia) bukan musuh satu sama lain. Sebaliknya, musuh bersama umat manusia adalah virus yang tak kenal lelah yang mengancam kesehatan, keamanan dan cara hidup kita. Covid-19 telah membuat dunia kacau balau dan secara paksa mengingatkan kita bahwa apa yang terjadi di satu bagian planet ini dapat berdampak pada orang di mana pun.
Pada Maret 2020, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres meminta semua pihak yang bertikai untuk meletakkan senjata mereka dan fokus pada pertempuran melawan pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Meskipun pesan ini ditujukan untuk pihak-pihak bersenjata, solidaritas dan kerja sama lintas batas, sektor, dan generasi juga diperlukan untuk memenangkan perjuangan baru ini melawan krisis kesehatan masyarakat terburuk di zaman kita.
Bagi PBB, 2020 sudah dimaksudkan sebagai tahun mendengarkan dan belajar. Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-75, PBB telah mengundang jutaan orang di seluruh dunia untuk bergabung dengan UN75, untuk percakapan global terbesar dan terjauh tentang membangun masa depan yang damai dan sejahtera yang kita inginkan.
"Saat kami berjuang untuk mengalahkan Covid-19, suara anda (warga dunia) lebih penting dari sebelumnya. Dalam masa-masa sulit dalam menjaga jarak secara fisik ini, Hari Perdamaian Internasional akan didedikasikan untuk mendorong dialog dan mengumpulkan gagasan. Dunia akan diundang untuk bersatu dan berbagi pemikiran tentang bagaimana mengatasi badai ini, menyembuhkan planet kita dan mengubahnya menjadi lebih baik," tulis PBB dalam Bahasa Inggris di laman un.org. "Meskipun kita mungkin tidak dapat berdiri berdampingan, kita tetap dapat bermimpi bersama," lanjut keterangan itu.
Mengutip laman Wikipedia, peringatan yang
pertama kali diperingati tahun 1982, dan dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat ini didedikasikan demi perdamaian dunia, dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan, misalnya yang mungkin disebabkan oleh suatu gencatan senjata sementara di zona pertempuran untuk akses bantuan kemanusiaan. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, peringatan ini didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk pendidikan perdamaian, sebagai sarana pencegahan yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.[]
Penulis/editor : Rusdianto
Sumber : Diolah dari berbagai sumber