Pencarian terpaksa diberhentikan sementara lantaran terbentur kondisi cuaca buruk. Ketinggian gelombang di perairan Kota Balikpapan mencapai tiga meter disertai angin kencang. "Kami akan lanjutkan pencarian esok hari, sampai kami dapatkan," katanya.
Di tempat terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang, Kompol I Wayan Sarna sudah meminta keterangan terhadap teman satu rombongan korban. Berdasarkan keterangan tersebut korban bersama 60 orang lainnya akan menuju ke Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja di perkebunan kelapa sawit.
"Dari keterangan teman-temannya, awalnya korban sempat melamun, dan tiba-tiba langsung melompat, kapal sempat memutari lokasi jatuhnya korban tapi tidak ditemukan. Selain itu, kami juga meminta kepada ketua rombongan untuk menghubungi pihak keluarga korban. Keluarganya tidak keberatan dan menganggap itu musibah," ujar Wayan.
Sebelum kejadian, korban tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Dari pengakuan rekannya, korban juga tidak ada masalah dengan rekan sesama rombongan. "Bahkan sebelum kejadian sempat berfoto-foto selfie dengan teman-temannya. Saat ini kami masih koordinasi dengan Basarnas melakukan pencarian korban," tandasnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, korban atas nama Sofian Jayadi (28) diketahui sebagai warga Wakaan, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban tercatat sebagai penumpang kapal fery yang berlayar dari Surabaya dengan tujuan Pelabuhan Semayang Balikpapan. Akan tetapi tepat berada di perairan Balikpapan, pemuda kelahiran 9 Desember 1989 itu langsung melompat ke laut dari atas dek kapal. Aksinya terekam CCTV di kapal. Dugaan sementara, Sofian ingin mengakhiri hidupnya dengan menceburkan ke laut. (yud)