Hal ini cukup mengundang perhatian mengingat kasus 19 nakes terkonfirmasi positif dan dinyatakan sebagai klaster baru diumumkan Selasa (14/07/2020). Artinya, kurang dari sepekan 19 orang itu sembuh, secara bersamaan. Gara-gara kasus ini Kota Tepian mengumumkan adanya penularan lokal atau transmisi lokal. Lalu, bagaimana bisa 19 nakes tersebut, sembuh dalam waktu relatif singkat ?
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak menjelaskan, tak ada yang ganjil dalam kesembuhan 19 nakes IA Moeis tersebut. Melalui mekanisme baru yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kesehatan), seorang pasien positif bisa saja dinyatakan sembuh, dengan kategori discarded. "Ya, sesuai dengan pedoman baru kasus sembuh dengan kriteria (discarded), semoga bisa dipahami," ujar Andi dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (19/07/2020) malam kemarin.
Mengutip penjelasan pada Keputusan Menterian Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, seseorang dikategorikan discarded apabila memenuhi salah satu dari dua kriteria. Pertama, pasien mendapatkan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu 24 jam. Kedua, seseorang yang berstatus Kontak Erat dan sudah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari. Artinya, 19 nakes RS IA Moeis dinyatakan sembuh kemungkinan besar berdasar pedoman pada kriteria discarded tersebut.
Karena, melihat riwayat kasus sembuh di Kaltim, rata-rata masa pemulihan berkisar antara 2 pekan hingga 30 hari. Sementara kasus 19 nakes RS IA Moeis, dinyatakan positif pada Selasa 14 Juli, dan dinyataka sembuh pada Minggu 19 Juli. Mereka hanya membutuhkan waktu sekira 5 hari, untuk sembuh. Ini dimungkinkan, dengan pedoman kriteria discarded tersebut, yang hanya memerlukan waktu 2 hari, selama mendapat hasil negatif berturut-turut.
Apalagi, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kaltim dan Dinas Kesehatan Kota Samarinda. 19 nakes RS IA Moeis tersebut semula berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). "Selain itu, Nakes diprioritaskan (proses pengujian sampel swab-nya) supaya masyarakat bisa segera mendapat layanan kesehatan kembali," kata Andi.
Seperti diketahui, RS IA Moeis, sampai harus menutup layanan karena adanya kasus ini. Lalu apa itu discarded? Ke depan akan lebih banyak ditemui kasus-kasus yang dinyatakan discarded. Mengingat, adanya beberapa klaster penularan yang sebaran kontak eratnya juga terbilang banyak.
Dari makna literalnya, Akademisi Bahasa Inggris Universitas Mulawarman Syamdianita menjelaskan, discarded bermakna sudah dibuang atau udah dicampakkan. Dalam konteks Covid-19, lanjut dosen yang karib disapa Nita itu bisa jadi discarded bermakna sudah tak terdapat virus pada sampel. "Karena secara literal artinya sudah di buang, maka mungkin yang dimaksud adalah sudah tidak ada lagi virus Covid-19 di dalam tubuh orang yang bersangkutan setelah diuji swab," jelas Nita dikonfirmasi Senin (20/07/2020) siang.
Dalam konteks yang lebih baku, lanjut pengajar di Program Studi Bahasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini, bisa diartikan sebagai orang yang tak terdampak. "Ini bisa juga berarti "tidak terdampak" Covid-19," ungkapnya.
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur