Evaluasi Tol Pertama di Kalimantan, Sarkowi Sarankan Bentuk Pansus
1 menit baca935 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).
Sarkowi menyebut pansus akan mengevaluasi pembangunan dan operasional tol pertama di Kalimantan itu.
“Nilai kelayakannya di bawah, tapi kemudian setengah dipaksa (dibangun). Karena dipaksa sehingga menggunakan anggaran APBD, tapi kemudian minta ke pusat,” ujar Sarkowi di Gedung DPRD Kaltim, Selasa (16/06).
Pembangunan tol yang pada akhirnya dibantu APBN menyebabkan pusat mengabaikan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan jalan bebas hambatan itu. Menurut Sarkowi, banyak permasalahan yang harus selesaikan, mulai dari aspek sejarah, tarif, lahan, interkoneksi, hingga kualitas proyek. Karena itu pembentukan pansus perlu dilakukan.
“Karena dikembalikan ke tiap-tiap komisi, maka aspek hukum hanya Komisi I, aspek infrastruktur Komisi III, aspek pendapatan Komisi II, aspek keluhan masyarakat Komisi IV. Sementara dengan dibentuk pansus, semua komisi dapat audiensi dengan siapa saja, dapat hearing dengan siapa saja, dapat komunikasi ke siapa saja, dan kalau pansus betul-betul suara lembaga yang hasil kajian dari lintas komisi,” terang Sarkowi.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun juga sependapat dibentuk pansus. Namun, kata Samsun, sebelum pansus dibentuk, permasalahan itu dibahas oleh komisi-komisi yang membidangi.
“Kita akan panggil dulu beberapa pihak untuk duduk bersama, seperti PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda, Badan Pengelola Jalan Tol, dan pihak-pihak terkait,” ujar Samsun.
Penulis: Faishal
Editor: Supiansyah
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 17 Juni 2020










