Ia pun tak menampik adanya kenaikan harga garam di beberapa wilayah seperti di Kutai Barat yang mencapai Rp20 ribu per kilogram. Namun, ia mnenegaskan sedianya tidak ada kenaikan harga pada level distributor. Sehingga kenaikan yang ada di masyarakat adalah ulah para pengecer yang memanfaatkan kondisi berkurangnya pasokan garam, akibat faktor alam.”Untuk itu kami imbau masyarakat tidak resah, jangan membeli garam berlebihan, beli saja sesuai kebutuhan,” katanya.
Selain mengandalkan stok yang ada, lanjut Fuad, pemerintah tengah mengkaji kuota impor garam. Ia memastikan dalam jangka kurang dari dua pekan, tambahan stok garam akan segera sampai di Kaltim. Kebijakan impor ini menurutnya hanya sebagai solusi jangka pendek, karena pemerintah juga perlu memperhatikan nasib petani garam lokal. Kaltim sendiri, lanjut dia menjadi provinsi cenderung rendah konsumsi garamnya. Dalam sebulan, konsumsi garam Kaltim berkisar 801 ton. Ini karena untuk konsumsi rumah tangga.
“Untuk industri mungkin ada, seperti ikan asin, atau telur asin. Tapi jumlahnya tidak besar,” ungkapnya.
Polisi Awasi
Distributor
Kelangkaan garam disejumlah daerah Kaltim menjadi perhatian kepolisian, salah satunya Polresta Samarinda. Tidak ingin warga resah akibat kelangkaan maupun juga kenaikan harga, pihak aparat melakukan penelusuran.
“Saya juga dengar begitu (garam langka), tapi masyarakat sendiri merasa kenaikan harganya masih wajar. Tapi kita lagi telusuri, langkanya (garam) itu karena apa,” kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto, ditemui Koran Kaltim, Jumat (28/7).
Perwira polisi berpangkat melati 3 itu menjelaskan, pihaknya belum membentuk tim khusus untuk penyelidikan tersebut, karena masih ada tim Satgas Pangan.
“Kalau garam itu tidak masuk sembako pokok, tapi kalau memang itu sudah meresahkan, kita akan bentuk tim. Sekarang kita belum bentuk tim karena masih ada tim satgas pangan, namun kita tetap melaksanakan penyelidikan, cari tahu apa sebabnya (langka)”, urai Mantan Kasat Brimob Polda Sulteng tersebut.
Polisi mengawasi hingga ke distributor garam, memantau stok sekaligus pendistribusiannya kemana saja. “Kita tidak mengecek di Pasar-pasar, tapi di distributor besarnya, karena mereka (distributor) yang bisa mengendalikan harga kan?. Mereka yang kita pantau dan kita awasi berapa banyak stok barangnya, didistribusinya kemana saja, jangan sampai mereka menimbun, dan membuat masyarakat resah,” ujarnya. Sanksi pun menunggu jika ada pedagang yang ketahuan menimbun.“Pelangarannya UU konsumen serta UU monopoli dan persaingan usaha,” pungkas Reza.(rs/dor)
Kebutuhan Garam Nasional 125 ribu ton perbulan
Kebutuhan Garam Kaltim 801 ton perbulan
Perusahaan Distributor Garam di Kaltim
1. PT Lima Pendawa Masih ada stok 350 ton
2. PT Indomarco -
3. PT Garam -
4. PT Cahaya Setia Masih ada stok 30 ton
Update Harga Garam di Samarinda Pantauan Hari Jumat 28/7/2017
Pasar Segiri Rp7.500/kg, perbungkus rata-rata Rp1.750-Rp2.000
Pasar Kedondong Rp9.000/kg, perbungkus rata-rata Rp2.250-Rp2.500
Pasar Sei Dama Rp7.500/kg, perbungkus rata-rata Rp1.750-Rp2.000
Update Harga Garam di Kabupaten/Kota se-Kaltim Pantauan 26/7/2017
Balikpapan Rp2.000/bungkus, Rp10.000/kg
Kutai Barat Rp3.000-Rp3.500/bungkus, Rp12.000-Rp15.000/kg
Paser Rp2.500-Rp3.000/bungkus, Rp10.000-Rp15.000/kg
Berau Rp2.000/bungkus, Rp8.000/kg
Bontang Rp2.500/bungkus, Rp12.000/kg
*sumber: Disperindagkop Kaltim