Bupati PPU Yusran Aspar sagat mengharapkan uluran tangan pemerintah pusat melalui APBN-nya. Bukan cuma bantuan pembangunan, tapi juga perlu subsidi tarif untuk setiap kendaraan yang melintas.
“Kami berharap ada dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan tol Teluk Balikpapan. Apalagi pembangunan jembatan ini telah menjadi salah satu rencana startegis pembangunan nasional,” kata Yusran, Selasa (25/7).
Seperti diberitakan, pembiayaan pembangunan jembatan tol membengkak, perhitungan semula Rp5,6 triliun kini menjadi Rp9,3 triliun. Menggelembungnya biaya pembangunan diakibatkan adanya perubahan desain jembatan saat dilakukan penyusuan Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Perubahan desain jembatan antara lain awalnya oprit jembatan terkoneksi dengan jalan costral road PPU berubah ke jalan negara sejauh 1 kilometer, tentu ada cost tambahan, lalu pintu masuk dan keluar awalnya hanya dibuat satu bangunan saja tetapi menjadi dua bangunan sehingga ada dua kabel stay jembatan, padahal yang dibutuhnya satu kabel saja.
Ia menilai, kajian yang dilakukan oleh konsultan dari ITB masih perlu dikaji ulang sebab sebelumnya konsultan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Kemitraan telah menyusun Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS) namun nilainya tidak sebesar itu.
Dirinya menilai, kajian yang dilakukan oleh konsultan tersebut seharusnya tidak perlu dibuat sehingga perlu dicermati ulang. Selain itu, kajian ini baru simulasi saja masih bisa dilakukan penghitungan ulang dan kalau pun tidak bisa maka pihaknya membutuhkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat.
Dijelaskan Yusran, kini pembangunan jembatan memasuki tahap perijinan pembangunan jembatan tol dengan lebar 33 meter dan tinggi ruang bebas setinggi 50 meter dari permukaan air laut tersebut masih menunggu proses DED ini rampung.
“Intinya kami mengejar semua proses perizinan lebih dahulu sedangkan lainnya dapat dilakukan menyusul. Sedangkan untuk kajian analisa mengenai dampak (Amdal) lingkungan untuk pembangunan jembatan tol penghubung itu sudah selesai kini sedang proses izin lahan milik PT Pertamina dimana masih dikelola oleh anak perusahaan minyak plat merah ini,” pungkasnya. (nav)