Masyarakat juga diharapkan bisa berkomitmen untuk berkontribusi membangun dan terus bekerja. Hal itu dinilai menjadi upaya masyarakat untuk bisa berkarya bagi bangsa dan negara, sehingga dapat mencapai kemajuan dan kejayaan.
“Berdaulat dalam hal pembangunan SDM, infrastruktur, pengelolaan SDA, dan birokrasi yang profesional. Karena dari provinsi inilah akan dibangun ibu kota negara baru Republik Indonesia,” kata Isran.
IKN diharapkan menjadi simbolis untuk pemerintah dan masyarakat Kaltim, yang menyumbangkan daerahnya untuk kemajuan bangsa dan negara. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan Ibu Kota Negara baru dengan konsep, cerdas, hijau, indah dan berkelanjutan. “IKN masa depan akan menjadi daerah yang modern, futuristik, yang memiliki moda transportasi publik terbaik, ramah lingkungan, bebas banjir, kemacetan,” jelas Isran.
Orang nomor satu di Benua Etam ini berharap, terpilihnya Kaltim menjadi kawasan IKN mendatang, akan mengatasi kompleksitas masalah sosial yang selama ini terjadi di Jakarta. IKN dikatakan Isran, merupakan kehormatan dan amanah yang diberikan pusat dan harus didukung. Karena itu, IKN harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat. “Kaltim tidak boleh menjadi penonton, tetapi turut aktif dan berpartisipasi sesuai kemampuan yang dimilik” imbuh Isran. (*)
Penulis: */Romi
Editor: Aspian Nur