Pihaknya harus menginventarisir secara detail apa saja fasilitas yang sudah ada dan kemudian apa yang harus dibuat ke depan. Inventarisir pertama, dilakukan dengan menginventarisasi bandara yang sudah ada yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMSS) Balikpapan dan APT Pranoto. SAMSS Sepinggan, dinilai BKS sudah baik dengan kapasitas 7 juta penumpang. Untuk itu, runway-nya yang masih 2.500 meter akan ditingkatkan menjadi 3.000 meter. Terminal, akan turut diperbesar.
Sementara di APT Pranoto, ia mengaku terus memantau. Dengan penumpangnya yang mencapai 4.000 perhari dan terus meningkat pihaknya juga akan memikirkan bagaimana memperluas terminal. “Tapi di air side (sisi udara), ada masalah karena lahan bawahnya gambut. Sehingga tidak adanya konsistensi daya dukung dari tanah di sekitar situ, terhadap landasan ataupun taxiway yang ada. Saya inventarisir dan saya mendapatkan informasi bahwa lahan gambut itu sangat sensitif apabila ada genangan air,” sebut BKS.
Untuk itu, pihaknya akan konsultasi dengan para ahli, juga akan konsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena terdapat banyak ahli di sana. “Solusinya tentu kita bikin drainase, kita bikin kolam penampung sehingga air tidak di sana,” paparnya.
Lebih dari itu Presiden menginstruksikan dirinya untuk menyiapkan satu lagi bandara internasional VVIP yang jaraknya kurang lebih 20 kilometer dari pusat IKN nanti. Sehingga diharapkan ada tiga bandara di Kaltim. “Ada APT Pranoto, ada Sepinggan, dan ada satu bandara khusus dibangun baru. ”Saya bilang kita punya modal dua bandara dan kita akan buat proyek VVIP. Artinya apa, pemerintah tak perlu keluar APBN lagi karena investor akan membangun, mengoperasikan. Tapi dia bundling ada tiga bandara jadi satu,” paparnya. “Pak Presiden tadi setuju. Kami menugaskan kepada Ditjen Perhubungan Udara dan tim Sekjen untuk mempersiapkannya,” sebut BKS. (*)
Penulis: */Rusdi
Editor: Aspian Nur