Korsel Siap Ngebor 400 Meter untuk Air Bersih di Balikpapan
2 menit baca4.212 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan menggandeng investor dari dalam dan luar negeri untuk penyediaan air baku.
Bahkan sudah ada investor berminat. Salah satunya dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan eksekutif terus berupaya memenuhi kebutuhan air baku mengingat kota ini kekurangan 1.000 hingga 2.000 liter per detik.
“Iya, Asisten II Pemkab PPU menindak lanjuti kerja sama penyediaan air baku yang ditandatangani tahun lalu,” kata Rizal Effendi, Selasa (3/12).
Sedangkan investor luar negeri berasal dari Korea Selatan yang condong ke penyediaan dari air tanah atau sumur dalam. “Mereka punya alat yang mampu mengebor tanah hingga kedalaman 400 meter,” sambungnya.
Menurutnya, penyediaan air baku dengan sistem sumur dalam lebih murah biaya ketimbang mengambil air dari sungai Mahakam yang jaraknya mencapai 100 kilometer.
“Jadi, investor dari Korea Selatan telah menyatakan kesiapan untuk menyediakan air baku bagi PDAM,” ungkapnya.
Kendati begitu, Pemkot Balikpapan masih melakukan pertimbangan. Pasalnya, harus juga dikaji mengenai biaya dan produksi. Ditambah lagi adanya rencana penyulingan air laut menjadi air tawar atau desalinasi.
“Ya kan masih dipertimbangkan dulu, berapa harga air bakunya, berapa biaya produksi. Kami minta mereka kirim tim,” sebut Rizal.
Kajian tersebut untuk menentukan pilihan antara pengeboran tanah atau sumur dalam dengan desalinasi. “Mereka nanti juga melakukan survei, kalau memungkinkan ya segera direalisasikan,” tutupnya.
Sebelumnya, Rizal melakukan kunjungan ke Barcelona bersama Direktur Utama PDAM Tirta Manggar. Kunjungan dalam rangka kongres dan pameran smart city sedunia itu juga dimanfaatkan untuk menjajaki kerja sama dengan investor di Spanyol terkait pemenuhan air baku.
“Ada perusahaan mereka (Spanyol) yang tertarik ikut di desalinasi, sehingga direktur PDAM saya bawa untuk mempresentasikan, ya kita lihatlah tindak lanjutnya,” ujar Rizal.
Kemudian dirinya menerangkan adanya pertemuan dengan tujuh calon investor yang meminta data rinci terkait rencana proyek desalinasi.
Proyek desalinasi diperkirakan menelan anggaran Rp150 miliar. Memang sangat mahal. Sehingga membutuhkan kerja sama dengan pihak ketiga.
“Makanya mereka meminta data rinci, dan itu investor semua dari Spanyol, ke sana juga mempelajari manajemen air,” tandasnya.
Penulis: */Hendra
Editor: M. Huldi










