Melihat kobaran api sudah mulai membakar atap rumahnya, Boyadi langsung mengevakuasi barang-barangnya keluar dari dalam rumah, namun tak semuanya berhasil ia selamatkan.
“Rumah saya yang terbakar itu di lantai 2, ada Barang-barang di atas yang terbakar,” paparnya.
Informasi dihimpun, kebakaran diduga awalnya bersumber dari rumah sewaan yang ditinggali Misiati. Wanita berusia sekitar 48 tahun tersebut pun hanya bisa menangis menyaksikan api melahap habis tempat tinggal dan juga harta bendanya.
“Saya tidak selamatkan apa-apa, saya keluar dari rumah hanya pakai baju ini,” ujarnya sambil memeprlihatkan baju yang melekat di badannya.
Menurut Misiati, api memang berasal dari rumahnya, diduga karena korsletring listrik. “Itu korsleting listrik, bola lampu meledak dan api menyala,” sebutnya.
Karena api dengan cepat merambat dan membesar, Misiati yang saat itu dirumah hanya seorang diri, memilih meneyelamatkan diri dan tidak sempat mengangkut apapun dadi dalam rumah. Dalam musibah tersebut, terdapat seorang pria tua pingsan diduga karena sesak nafas. Sejumlah pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian, langsung berjibaku menjinakkan si jago merah. Pemadam bergasil menguasai api sekitar pukul 20.30 Wita.
Jimy, salah saut relawan pemadam kebakaran Yongjing mengatakan, banyaknya warga yang menjadikan kebakaran sebagai tontonan, menjadi salah satu kendala yang mereka temui saat menuju lokasi dan juga ketika proses pemadaman berlangsung.
“Salah satu kendala kita adalah warga yang sering lalu lalang menonton kejadian kebakaran,” tandasnya. Informasi dihimpun, kebakaran yang terjadi menghanguskan 5 rumah, mengakibatksan sekitar 23 orang dari 6 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. (dor)