Dari hasil laporan, Dodi menambahkan, keluarlah NOTAM dengan Nomor D0327/19 NOTAMN Perihal Aerodrome Closed D/T TWY Unserviceable mulai pukul 04.23 – 23.00 WITA. Adapun sejumlah penerbangan yang terdampak adalah maskapai Batik Air 7280 tidak dibisa take off dan Return to Apron (RTA). Sementara maskapai Lion Air JT314 dari Surabaya dialihkan ke Balikpapan. Selengkapnya lihat grafis. “Seluruh penumpang yang mengalami cancel flight atas kondisi ini dalam proses penanganan dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Dodi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui siaran pers diterima Koran Kaltim tadi malam menyatakan, untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, sejumlah maskapai yang seharusnya landing di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda dilakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Kondisi ini dilakukan sebab, terjadi perbaikan di area runway dan taxiway yang mengalami kerusakan karena terdapat beberapa titik lendutan dan retakan di permukaan taxiway. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi udara untuk memahami kondisi ini karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan adalah hal yang utama.
“Kami mendapatkan laporan terkait pengecekan dan perbaikan di area runway dan taxiway yang mengalami beberapa lendutan dan retakan. Ini harus segera diperbaiki untuk kelancaran pendaratan pesawat agar tidak terjadi hal–hal yang tidak diinginkan,” kata Polana.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong menjelaskan sebenarnya kondisi aspal runway dan exitway secara keseluruhan baik sekali.
Kondisi exit taxiway saat ini pada beberapa lokasi mengalami lendutan dan keretakan kecil yang diakibatkan oleh beban pesawat dengan volume pergerakan yang sudah melampau ultimate dari perencanaan awal. “Keretakan kecil sudah ditangani dengan penambalan, namun masih belum maksimal dalam pelaksanaan, karena terbatasnya waktu perbaikan pada malam hari, yang saat ini terkendala hujan sehingga volume yang dikerjakan juga terbatas,” katanya.
Dalam rangka peningkatan kapasitas kekuatan exitway, lanjut dia, Pemprov Kaltim melalui Dishub Kaltim akan menambah ketebalan aspal pada kegiatan APBD-P 2019 yang sudah dilakukan pelelangan. “Insya Allah bulan Oktober ini diharapkan kegiatan terseut sudah dilaksanakan. Pekerjaan dilakukan pada malam hari tanpa mengganggu jadwal penerbangan,” ucap Polana. (*)
Penulis: */Rusdi
Editor: Aspian Nur