Untuk diketahui, tol Balikpapan-Samarinda memiliki total
panjang 99,350 kilometer terdiri dari 5 seksi. Yaitu Seksi V ruas Balikpapan
(kilometer 13) – Sepinggan (11,500 kilometer), Seksi I ruas Balikpapan
(kilometer 13) – Samboja (22,025 kilometer, Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa
(30,975 kilometer), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,300 kilometer) dan Seksi
IV Palaran – Samarinda (17,550 kilometer).
Jalan tol ini dibangun dengan investasi sebesar Rp9,9 triliun
yang masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana dari lima
seksi jalan tol, pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi
I dengan total panjang 33,115 kilometer yang bertujuan meningkatkan kelayakan
finansial ruas tol tersebut.
"Untuk yang Seksi II hingga seksi IV sepanjang 66,235
kilometer, pembangunannya menggunakan dana dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)
yaitu PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS)," paparnya.
Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani melalui rilis resmi
PT Jasa Marga (Persero) menjelaskan pihaknya juga menyoroti percepatan
penyelesaian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mengingat jalan tol pertama di
Pulau Kalimantan ini pasti menjadi cikal bakal pembangunan infrastruktur
lainnya untuk mengembangkan suatu kawasan ekonomi terpadu.
“Salah satunya, jalan tol ini akan terhubung langsung
Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, 11 kilometer
dari Balikpapan. Dapat diproyeksikan juga jalan tol ini akan dapat membangkitan
lalu lintas karena berperan sebagai penghubung ibu kota negara dengan dua
daerah utama lainnya, yaitu Balikpapan dan Samarinda,” ujar Desi.
Direktur Utama PT JBS STH Saragih mengaku optimis dapat
memenuhi target jumlah kendaraan yang melintasi tol Balikpapan-Samarinda per
harinya.
“Saat ini kami menargetkan sekitar 10.000 kendaraan dapat
melewati jalan tol ini setiap harinya. Kami optimis angka tersebut dapat
tercapai, bahkan lebih dari itu, karena Samboja sebagai daerah yang dilewati
jalan tol ini telah resmi wilayahnya menjadi bagian dari ibu kota negara yang
baru,” katanya.
Diharapkan, rampungnya pengerjaan Jalan tol
Balikpapan-Samarinda ini dapat menjadi sarana dasar pengembangan ibu kota
negara baru, serta turut mendukung percepatan distribusi barang dan jasa antara
dua kota tersebut yang dapat memangkas waktu perjalanan non jalan tol yang
sebelumnya mencapai 3-4 jam menjadi hanya 1 jam.
Penulis: Rusdi
Editor: Supiansyah