Ia juga mengaku tak percaya begitu saja soal alasan naiknya harga bawang putih hanya karena keterbatasan stok.
Terlebih karena dalam pekan ini, Pemprov Kaltim melalui salah satu agen distributor berani melakukan operasi pasar alias pasar murah. “Kalau stoknya menipis, kenapa mereka malah berani melakukan operasi pasar? Ini kan aneh” singgungnya.
Sementara tim gabungan dari Subdit Indagsi Polda Kaltim, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Balikpapan menemukan adanya kenaikan harga bawang putih di pasaran jelang Ramadan.
Mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) Jumat (3/5/2019), di wilayah Balikpapan.
Kasubdit Indagsi AKBP Saber M Kombong mengatakan saat ini masih dilakukan penyelidikan.”Harga bawang putih saat ini masih ditelusuri. Memang cukup tinggi. Kami juga berkoordinasi dengan KPPU terkait sanksi atas kenaikan 100 persen harga bawang putih ini,” katanya.
Ia mengaku bahwa belum ada Undang-Undang yang mengatur ketentuan pidana, sehingga pihaknya tidak bisa menjerat para pelaku yang diduga melakukan penimbunan. “Terkait pidana tidak diatur hanya sanksi administrasi, dinas terkait melakukan teguran atau denda dan pencabutan izin. Kendala kita terkait penegakan hukum belum diatur di Undang-Undang,” ungkapnya.
Kepala Kantor KPPU Perwakilan Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu mengatakan penyebab naiknya harga bawang putih dikarenakan adanya keterlambatan impor. ”Kita lihat memang yang bergejolak harga bawang putih karena ada keterlambatan kuota impor yang dikeluarkan pemerintah. Tapi tidak menjadi alasan pelaku usaha yang menimbun atau menahan karena masyarakat butuh,” bebernya.
Dia menilai ada pelaku usaha yang sengaja memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga terjadi kenaikan harga yang signifikan. ”KPPU melihat ada dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menaikan harga. Kita harus melakukan kontrol terhadap hal ini,” ujarnya.
Saber menerangkan, sidak tersebut dilakukan dalam rangka pemeriksaan harga kebutuhan pokok masyarakat jelang Ramadan.”Kami melakukan pengecekan di lapangan termasuk gudang beras Bulog, distributor, dan agen gudang sembako wilayah Balikpapan. Kita bersama KPPU memantau harga sehingga menjelang Ramadan harga bisa stabil. Memang biasanya harga naik. Tetapi kita upayakan agar tidak terlalu signifikan,” pungkasnya.
Penulis : */(pmr119/yudi)
Editor : M.Huldi