“Saya terus kejar agar masyarakat bisa miliki, tolong tetangga kiri kanan diberi tahu agar ngurus sertifikat. Dengan ini diharapkan tidak ada sengketa. Saya akan pantau terus,” kata Presiden Ri Joko Widodo dalam sambutannya saat melawat ke Kota Balikpapan, Kamis (13/7).
Pada kesempatan ini pula, Jokowi menyerahkan sebanyak 1.535 lembar sertifikat untuk masyarakat Kaltim dan Kaltara di Gedung Dome Balikpapan.
Secara umum di Indonsia, dari 136 juta bidang tanah baru 46 juta yang sertifikat. Artinya, masih ada 90 juta bidang tanah yang sampai sekarang belum memili bukti hukum atas tanah. “Ini pekerjaan besar untuk selesaikan,” ujarnya.
Dengan modal sertifikat menurut Jokowi warga sudah memiliki aset pribadi. “Kalau sudah ada ini (sertifikat) siapa yang berani klaim,” katanya.
Masih dalam pidatonya, kepada warga penerima sertifikat Presiden berpesan agar bukti tanah ini disimpan dengan baik. “Disimpan, dilapisi plastik dan di foto copy agar tidak rusak,” kata dia.
Jokowi mempersilahkan jika warga ingin mengagunkan sertifikatnya untuk mendapatkan dana segar. Tapi kata mantan Wali Kota Solo ini, dana pinjaman harus digunakan untuk kepentingan permodalan atau produktif.
“Kalau mau dipakai untuk jaminan agunan silakan di ‘sekolahkan’ ke bank tapi hati-hati harus dikalkulasi, dihitung betul apakah bisa nyicil pokok dan bunga,” tandasnya.
“Saya ingatkan jangan konsumtif. Jika pakai untuk investasi modal kerja nggak apa-apa kalau udah netes (usaha) nggak apa-apa dibelikan kendaraan. Kalau langsung beli ini mobil hati-hati bisa hilang sertifikat disita bank,” ujarnya mengingatkan.
Dalam lawatannya ke Kaltim, Jokowi tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kota Balikpapan sekira pukul 10.20 WITA. Tujuan pertamanya menuju Gedung Dome bersama ibu negara. Di sini Jokowi sudah disambut seribuan warga Kaltimra yang menanti sejak pukul 08.00 WITA.
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Di kesempatan terisah, Sofyan Djalil menyebutkan dari penerima sertifikat, Kabupaten Kukar terbanyak.
“Paling banyak Kabupaten Kukar 600 orang,” kata Sofyan Jalil.
Selanjutnya, warga Samarinda menerima 300 seritifikat, Balikpapan 300 sertipikat dan PPU 150, Paser 50, Bontang 50, Kutim 50, Kutai Barat 25 dan Kabupaten Berau 25 lembar.
Kementeriannya pada tahun ini menargetkan penyelesaian 5 juta bidang tanah disertifikat. “Tahun depan kita targetkan 7juta,” sebutnya.
Pihaknya menargetkan pada 2025 seluruh tanah sudah disertifikatkan. (din)