Pers, Pemantik Juang Melawan Hoaks
1 menit baca1.030 kali dibaca

Oleh: Desman Minang Endianto
( Direktur Utama Koran Kaltim )
ERA digitalisasi saat ini membuat setiap orang menjadi mudah memproduksi informasi. Dampaknya, banyak berita-berita bohong atau hoaks bertebaran. Publik menjadi sasaran ketakutan.
Dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Presiden Joko Widodo bahkan mengajak pers untuk menyebarluaskan informasi yang utuh dan berimbang.
Seruan Presiden ini masuk akal, menyusul perkembangan masif media sosial. Masyarakat menjadi sasaran berita-berita bohong yang bertujuan menciptakan kegaduhan, ketakutan, dan pesimisme.
Koran Kaltim sebagai media massa memiliki sebaran di 10 kabupaten/kota, sudah sejak lama berkomitmen memerangi hoaks.
Dalam setiap penerbitan, kami selalu berupaya menyajikan berita berimbang. Konfirmasi kepada narasumber menjadi kewajiban utama para pewarta yang bertugas menghimpun informasi di lapangan untuk kemudian diolah menjadi sebuah berita.
Kami sadar, informasi yang tak akurat berpotensi memicu perdebatan, bahkan permusuhan. Kami tak ingin disamakan dengan media sosial, memuat berita yang belum jelas kebenarannya.
Merujuk data yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informatika, terdapat 175 konten hoaks yang disebar selama Januari 2019. Jumlah ini meningkat 14 kali lipat dari bulan sebelumnya.
Hoaks tumbuh subur di momen Pilpres ini. Untungnya, pers sebagai jembatan informasi dewasa ini telah menunjukkan kekompakannya memerangi berita bohong yang mengancam persatuan melalui fitnah-fitnah yang ditebar melalui media sosial.
Meski tak menghilangkan hoaks seutuhnya, tapi kepedulian pers mampu memberikan asupan informasi yang tepat kepada publik.
Di momen HPN 2019 ini, pers memang harus menjadi pemantik juang melawan hoax. (*)










