Menginjak bilangan 2.570 tahun ini, shio Babi Tanah erat kaitannya dengan kondisi kesehatan dan usaha perekonomian.
“Sebenarnya setiap shio itu bagus, tapi kalau shio Babi Tanah ini memang lebih ke menjaga keseimbangan,” ucap Chin Phin.
Tapi ia juga mengingatkan bahwa terkait perkembangan usaha atau bisnis tetap dikembalikan ke masing-masing individu.
Menurut penjelasannya, setiap tahun jumlah umat yang ikut bersembahyang bersama terus mengalami peningkatan. Biasanya para umat akan beribadah secara mandiri dulu di rumah, mendoakan para leluhur mereka. Kemudian berangkat ke klenteng untuk sembahyang penyambutan tahun baru.
“Ada beberapa kelengkapan yang kita siapkan untuk Imlek, mulai dari tebu, buah-buahan seperti nanas, jeruk bali dan lain-lain,” ucapnya.
Tebu dimaknai sebagai lambang rezeki yang berkepanjangan, sedang nanas dimaknai sebagai sisik naga yang akan selalu membawa keberuntungan bagi etnis Tionghoa.
Rangkaian tahun baru Imlek ini masih akan terus berlangsung hingga minggu kedua. Pada akhir rangkaian akan diadakan pertunjukan-pertunjukan yang biasanya kita kenal dengan Cap Go Meh.
Penulis: Eta
Editor: Huldi Amal