Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, ditemui usai Rapat Koordinasi di GOR Madya Sempaja mengaku jalan alternatif masih aman dilalui. memang ada genanangan, tapi bagi kendaraan masih bisa melintas.
"Akses alternatif kan ada, kalau orang tenggarong lewat Bengkuring, kalau yang dari Samarinda bisa lewat Perumahan Bumi Sempaja. Penumpang telat belum ada," ujarnya meyakinkan.
Ya, calon penumpang dari laporan yang diterima Salman memang tak ada yang terlambat. Para calon penumpang tiba di bandara sebelum jadwal penerbangan.
Tapi masalah lain datang. Pesawat yang ditunggu tak kunjung tiba. Tiga pesawat yang seharusnya mendarat di Samarinda, batal. "Hari ini ada 3 pesawat yang tidak masuk (mendarat di APT Pranoto) karena faktor cuaca," kata Salman.
Informasi didapat Koran Kaltim, tiga maskapai gagal mendarat masing-masing Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno Hatta, Batik Air dari Halim Perdana Kesuma dan Express Air dari Melak. Ketiganya memilih mendarat ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan atau divert. Dampak cuaca, diperparah kelengkapan infrastruktur pendukung bandara atau instrument landing system (ILS) serta lampu runway yang belum tersedia, membuat ketiga pesawat tak berani landing. "Jadi mendarat di Balikpapan, nanti penumpang diantar ke Samarinda menunggu cuaca memungkinkan," tukas Salman.
Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan pelayanan darurat Bandara APT Pranoto, Dwi Muji menjelaskan divert sudah sesuai. "Kebetulan cuaca buruk, visibility (jarak pandang) 1 km disaratkan minimal 5 km jarak pandang aman sehingga pesawat bisa mendarat. Ini murni cuaca kurang baik, hujan dan berkabut, pandangan terbatas. Bukan karena fasilitas," paparnya.
Akibat divert ini, jam penerbangan dua pesawat tersebut mengalami penundaan hingga lebih dua jam lamanya.
"Menunggu sampai cuaca bagus baru bisa terbang ke Jakarta," ujarnya. ( * )