Tidak Perlu Demo
1 menit baca694 kali dibaca

SAMARINDA – Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi meminta hasil kajian akademis terkait tuntutan Kutai Kartanegara yang menginginkan revisi Participating Interest (PI) Blok Mahakam dari 66,5 untuk Kaltim dan 33,5 untuk Kukar menjadi 50:50.
“Saya belum melihat kajian yang 66,5:33,5 itu. Nah, saya akan minta kajian akademisnya, juga yang 50:50 akan saya minta. Nanti akan direview mana yang cocok,” ujarnya, kemarin.
Menurut Hadi, berapapun pembagian PI itu, tidak masalah sepanjang digunakan untuk membangun Kaltim.
Terkait rencana aksi di kantor gubernur, Hadi meminta agar tidak dilakukan. “Saya akan minta Kukar untuk tidak demo. Secara baik-baik, secara akademis. Bikin kajian akademis, mana yang benar - benar tepat. Kalau misal provinsi butuh dana yang lebih besar, ya tentu harus dibantu. Kalau dana itu cukup dan diperlukan oleh kabupaten/kota, ya kenapa tidak, karena yang 66,5 persen untuk pemprov kan juga harus dibagi dengan kabupaten/kota yang lain,” bebernya.
Disinggung mengenai janji kampanye terkait porsi untuk Kukar, Hadi mengatakan bahwa saat itu, Isran-Hadi akan memastikan bahwa baik Pemprov dan Kukar dapat porsi sesuai .
“Janji kami kan porsi yang sesuai kajian akademis, kalau saya tidak ada angka mati. Kajian akademis kami minta dari semua pihak, akademisi biro ekonomi, kalau mereka punya alasan yang kuat dikasih semua juga tidak masalah. Yang penting secara akademis bisa dipertanggung jawabkan. Bukan sekedar hitung-hitungan,” ungkapnya. (rs)










