Kini kemenangan ketiga diincar anak asuh Bima Sakti. Penyerang Indonesia Riko Simanjutak yakin bisa meraih hasil bagus di laga ini. “Kami optimistis jika melihat peta persaingan di grup. Pelatih meminta kami agar bersemangat dan bekerja keras karena semua pertandingan akan dimulai dari 0-0. Bagi kami yang penting sekarang adalah siap mental, percaya diri, dan bermain dengan kompak serta saling percaya. Tim 100 persen kondusif dan semua senang menyambut Piala AFF 2018,” ujar Riko.
Riko meyadari pentingnya laga tersebut bagi kiprah Tim Garuda di pertandingan selanjutnya. “Semua tahu laga pertama pasti sulit dan memerlukan adaptasi. Namun, kami tetap fokus dan percaya dengan kemampuan tim. Kami sudah melihat permainan Singapura, jadi sudah memiliki gambaran akan seperti apa kami harus bermain,” ujarnya.
Sementara gelandang sayap Andik Vermansah mengaku cukup mengetahui kekuatan The Lions yang ditangani pelatih Fandi Ahmad. “Saya sering berhadapan dengan pemain-pemain Singapura yang bermain di Liga Malaysia. Skuat Singapura tidak banyak berubah, dan kelebihan mereka kekompakan tim, karena sudah sering bermain bersama,” ungkap Andik. “Mereka punya pemain-pemain senior yang cukup disegani. Dan dari dulu, kita tahu pemain Singapura bagus-bagus,” sebutnya.
Kubu tuan rumah sendiri merasa jadi kuda hitam. Namun bek Singapura, Baihakki Khaizan tak mempermasalahkan status itu. “Memang ada pasang surut (di Singapura). Namun semua tahu, tida ada yang berjalan lancar selamanya di sepak bola. Kami mencoba yang terbaik untuk meraih kesuksesan,” kata Baihakki, dikutip dari situs resmi AFF.
Pemain berusia 34 tahun itu juga mengatakan, Singapura sudah siap menghadapi Timnas Indonesia. “Bermain melawan Indonesia di kandang merupakan pertandingan kami. Singapura hanya memikirkan tiga poin. Kami membutuhkan awal yang baik,” tegasnya
Baihakki menegaskan, setelah kegagalan dalam dua edisi Piala AFF, Singapura ingin bangkit. Namun, dia tak membantah sepak bola di negaranya mengalami kemunduran. “Kami mengalami kemunduran bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Namun, kami semua ingin menjadikan Piala AFF 2018 sebagai ajang kebangkitan,” tegasnya. (lbc)