Muskerwil I PWNU Kaltim
1 menit baca2.315 kali dibaca

SAMARINDA - Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dijadwalkan hadir di Samarinda, 29 Oktober 2018 pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) 1 Pengurus Wilayah (PW) NU Kaltim, masa bakti 2018-2023.
Diperkirakan, lebih dari 2.500 jamaah NU Kaltim akan mengikuti Muskerwil yang akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan. Rangkaian Muskerwil PWNU Kaltim akan berlangsung 27-30 Oktober.
Seperti organisasi lainnya, Muskerwil akan membahas program kerja PWNU Kaltim periode 2018-2023. Sekaligus, pengukuhan pengurus di periode tersebut. Muskerwil PWNU Kaltim mengangkat “Tema Merawat Kemajemukan Bangsa untuk Memertahankan NKRI”.
“Ada beberapa rangkaian kegiatan yakni Muskerwil, Madrasah Kader NU (MKNU) serta istighosah,” kata Ketua PWNU Kaltim, Fauzi A Bachtar, Selasa (23/10) di Samarinda.
Kata dia MKNU akan berlangsung mulai 27-29 Oktober di Hotel Radja, Samarinda yang diikuti sekitar 150 kader NU dengan pemateri dari PBNU, termasuk, KH Said Aqil Siradj yang akan mengisi materi penutup dengan materi peran penting mengikuti MKDU sebagai kader dan pengurus NU.
Sedangkan Istighosah, lanjut dia akan berlangsung di Ballroom Hotel Mesra Samarinda, pada 29 Oktober.
“Istghosah ini akan dihadiri sekitar 2.500 jamaah NU, terutama dari Samarinda, dan kabupaten/kota sekitarnya,” kata Fauzi.
“Ada 9 Kyai dan Habib yang akan memimpin Isthigosah tersebut, yakni KH Fakhruddin A Wahab, KH Muhammad Alu Cholil, KH Muhammad Rasyid, KH Zhofaruddin, KH Azhar Qowim, KH Muhammad Anshori, Habib Muhammad Muhdar Al Athos, KH Habib Hasyim Bin Sekh Abu Bakar dan Habib Abdurrahman Syihab,” tambahnya.
Fauzi membeber, Isthigosah ditujukan untuk mendoakan agar kondusifitas negeri tetap terjaga, terutama jelang perhelatan pemilihan presiden dan legislatif.
“Istoghosah ini maksudnya berdoa dalam rangka pemilu 2019. Ada pileg, pilpres, dengan kecenderungan hoax, fitnah bertebaran di berbagai medsos. Kita turut mendoakan agar pemilu berjalan damai, harmonis, dan kondusif,”kata Fauzi.
“Istighosah juga ditujukan kepada para korban bencana gempa, tsunami di Lombok, Palu, Sigi, dan Donggala,” sambungnya. (sab)










