Menurut mantan anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini, berbeda dari pemberian beasiswa sebelumnya yang bersifat stimulan. Dengan cara itu penerima beasiwa merasa tidak terikat dan memiliki tanggung jawab kepada daerah.
“Jadi, beasiswa di masa kepemimpinan saya bersama pak Isran Noor akan bertajuk “Beasiswa Kaltim Tuntas”. Itu bertujuan untuk percepatan pembangunan pedesaan,” ungkap Hadi.
Sekedar diketahui, program beasiswa sebelumnya disebut Beasiswa Kaltim Cemerlang yang dimulai sejak tahun 2009 hingga 2018 telah mengelontorkan anggaran APBD Provinsi Kaltim sebesar Rp1 triliun untuk program beasiswa dari jenjang sekolah dasar hingga program strata.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Hj Dayang Budiarti mengatakan jumlah penerima program beasiwa Kaltim cemerlang yang kembali kali ini sebanyak 11.542 yang tersebar di Kaltim dan Kaltara. Kata dia, beasiswa Kaltim cemerlang telah membantu lebih dari 205 ribu orang siswa di Kaltim.
Beasiswa Kaltim cemerlang ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Kaltim dengan sasaran 50.000 orang pertahun yang diberikan melalui program kerjasama dengan lembaga pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri juga melalui stimulan. Namun dua tahun terakhir tidak sampai 50.000 orang dikarenakan menurunnya anggaran. (sab)
Beasiswa Kaltim Cemerlang
- SD/MI/SDLB 23.915 orang
- SMP/MTs/SMPLB 19.579 orang
- SMA/SMK/MA sebanyak 33.491 orang
- Diploma sebanyak 25.423 orang
- Sarjana/ Diploma 4 sebanyak 91.977 orang
- Magister 8.414 orang
- Doktor 3.152 orang
- Beasiswa program kerjasama, dalam dan luar negeri 1.767 orang
* tahun 2015 hingga 2018 program beasiswa kaltim cemerlang diberikan kepada 10 Kabupaten/kota di Kaltim.