“Korban diduga diterkam buaya karena saat ditemukan warga ada buaya disampingnya dan bekas gigitan,” kata Kapolsek Anggana, IPTU Baharuddin.
Dijelaskannya, kejadian ini bermula saat korban berangkat mencari udang bersama beberapa rekannya di perairan Sungai Tengkorak sekitar pukul 15.00 WITA menggunakan perahu yang berbeda-beda.
Memasuki Sungai Tengkorak, korban dan rekannya berpisah. Namun saat di pertengahan jalan, perahu ces korban kandas karena sungainya banyak rumput dan airnya dangkal. Korban pun berinisiatif merintis jalur sungai yang terhalang rumput.
Tanpa di sadari korban diduga merintis di daerah sarang buaya. Korban yang tidak melihat langsung diterkam buaya, sedangkan rekannya tidak mengetahui kejadian ini. Setelah lama menunggu korban, rekannya kemudian balik dan memberitahukan keluarga korban.
Keluarga bersama warga yang khawatir mencari dan sekitar pukul 23.00 WITA, korban ditemukkan tergeletak di pinggir sungai kecil dan di sampingnya terdapat seekor buaya.
Warga pun mengevakuasi korban dan ditemukan luka di wajah dan paha sebelah kanan yang diperkirakan akibat luka terkaman buaya. Warga kemudian mengevakuasi korban. JAsad Agus di kebumikan, Senin (30/7) Pukul 10.00 WITA.
“Korban diduga melintas di sarang buaya yang sedang bertelur,” terangnya. (ami)