“Kami dipercaya menjadi kapal dalam setiap perayaan Erau ini sudah sejak enam tahun terakhir,” kata pemilik kapal, Muhamad Asyobirin saat berbincang dengna Koran Kaltim, kemarin.
Muhamad menyampaikan tidak ada ciri khas khusus yang dimiliki KM 01 Barokah untuk menjadi kapal yang selalu dipergunakan dalam upacara adat Erau khususnya pada prosesi Mengulur Naga.
“Yang pasti kapal kami dari model dan kelaikan memang memenuhi syarat, karena untuk bawa naga itu selain model juga kapasitasnya turut diperhatikan, dan kalau modelnya dua lantai juga tidak bisa dipakai dan memang harus seperti ini bentuk satu lantai karena proses pemasangan naga itu lebih mudah,” ucapnya.
Muhamad menjelaskan kapal yang juga dipakai sebagai takski untuk jurusan Samarinda-Melak ini telah menenaminya selama 10 tahun terakhir sejak pertama kali dibuat di Penyinggahan, Kutai Barat.
“Setiap satu minggu sekali pasti PP Samarinda-Melak untuk membawa penumpang, sedangkan untuk perayaan Erau ini kami hanya mengerjakan sesuai perintah dengan mengendarai kapal dengan kecepatan yang sedang agar saat ketika dibawa ke Kutai Lama penduduk di bantaran sungai Mahakam bisa melihat. Jadi harus kecepatan sedang dan agak dekat ke pinggir saat membawa naga. Untuk jarak tempuh hingga sampai ke Kutai Lama kurang lebih selama tiga jam,” jelasnya.
Muhamad menegaskan sejarah kenapa KM 01 Barokah masih dipercaya menjadi armada andalan setiap perhelatan Erau karena hubungan baik antar Pemkab Kukar dan Kubar. “Ya, memang kapal ini dulu sampai sekarang menjadi kapal untuk rombongan membawa jamaah haji dari Kubar. Nah, sepertinya atas rekomendasi Pemkab Kubar lah makanya sampai sekarang kami tetap dipercaya oleh Pemkab Kukar setiap perayaan Erau berlangsung,” tegasnya. (hei)