718 Bacaleg Provinsi Rebutan 55 Kursi DPRD
2 menit baca1.470 kali dibaca

SAMARINDA - Partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 telah mendaftarkan seluruh bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim. Kini para pengurus partai masih melakoni proses perbaikan dan perlengkapan persyaratan calon, sesuai jadwal 22–31 Juli.
Dari 16 parpol yang mendaftarkan calegnya ke KPU, seluruhnya ada 718 bacaleg yang akan memperebutkan 55 kursi yang ada di Gedung Karang Paci - sebutan DPRD Kaltim. Ke-718 bacaleg tersebut, diantaranya 447 orang laki-laki dan 271 orang perempuan.
Sebanyak 55 kursi tersebut akan diperebutkan di enam daerah pemilihan (dapil) dapil, yakni dari dapil 1 Kota Samarinda 12 kursi, dapil 2 Balikpapan 10 kursi, dapil 3 Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) 7 kursi, dapil 4 Kutai Kartanegara 11 kursi, dapil 5 Kutai Barat dan Mahakam Ulu 3 kursi, dan dapil 6 Berau, Kutim, dan Bontang 12 kursi.
Dari 16 Parpol yang sudah mendaftarkan calegnya tidak semua partai politik mendaftarkan 55 caleg provinsinya ke KPU berdasarkan jatah 55 kursi Karang Paci. Rata-rata partai lama yang mendaftarkan calegnya sesuai alokasi kursi di DPRD Kaltim. Sementara partai baru tidak.
Meski tidak sesuai alokasi kursi, namun partai yang bersangkutan tetap diterima. Ke-16 parpol Pileg 2019 yang akan bertarung sebagai bacaleg provinsi ada yang menarget jatah kursi yang cukup fantastis. Misalnya, PDIP saat ini mendudukkan wakilnya dengan 10 kursi menarget 20 kursi pada pemilu 2019 nanti. Partai Golkar dari 13 menjadi 17 kursi. Sementara Gerindra, Demokrat dan Hanura menarget kursi Ketua DPRD Kaltim. Selanjutnya untuk partai baru, seperti Perindo menarget 9 kursi. Selengkapnya lihat grafis.
Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul) M Jamal mengaku kursi yang ditarget para parpol di Karang Paci adalah bentuk motivasi para caleg untuk bertarung membesarkan partai. “Itu bagus aja, dia (parpol) pasang terget begitu dan wajar saja. Malahan itu bagus untuk bisa memotivasi kader. Kalau tidak ada target pasti mereka akan loyo semua,” kata Jamal, Kamis (26/7).
“Kalau mereka punya target begitu, setiap kader, terutama yang menjadi caleg pasti dia akan semangat menemui konstituen,” sambungnya.
Disinggung apakah tidak berlebihan atas terget tersebut? menurut dia, bisa ya dan tidak. “Kalau seperti PAN hanya target 6 kursi, realistis aja itu. Yang tidak realistis PDIP dari 10 kursi menjadi 20 kursi. Kan itu seratus 100 persen. Padahal kemarin calonnya di Pilgub kalah,” tandasnya. (sab)










