Disdik Kaltim dan Samarinda Kompak Evaluasi PPDB Online
1 menit baca1.086 kali dibaca

SAMARINDA - Masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditingkat SMP dan SMA Kota Samarinda menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kaltim dan Samarinda. Sejak dibuka PPDB awal Juli lalu dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online sempat mengalami gangguan server.
Akibatnya, semua sekolah tidak bisa memasukan data ke aplikasi yang sudah disediakan. Bukan salah sekolah, tapi lebih kepada server tidak dapat berfungsi secara maksimal.
Orangtua calon siswa baru banyak yang mengeluhkan sistem PPDB online tersebut. Bahkan baru - baru ini sejumlah perwakilan orang tua melakukan audiensi dengan Pemkot Samarinda terkait persoalan tersebut.
Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin membenarkan jika pertemuan tersebut memberikan penjelasan kepada orangtua murid bahwa sistem sudah berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis).
“Namun karena diperjalanan terjadi beberapa kali gangguan dan kerusakan sistem itulah yang kami sampaikan. Tapi akhir - akhir ini sudah membaik,” ucapnya.
Melihat pengalaman PPDB Online 2018, Sugeng menyatakan ke depannya pemkot akan melakukan evaluasi. Termasuk kerjasama dengan pihak Telkom sebagai provider.
“Bisa saja terjadi ke depannya pemkot dan pihak provider yaitu Telkom melakukan MoU untuk mengantisipasi kejadian agar tidak terulang lagi. Dan pengalaman ini menjadi catatan demi perbaikan kedepannya,” jelas Sugeng.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiarti mengatakan akan melakukan evaluasi dan memanggil pihak Telkom selaku provider internet.
“Ya, nanti kami akan memanggil mereka dan melakukan evaluasi agar kedepannya PPDB online ini berjalan dengan baik tidak ada gangguan-gangguan lagi,” tambah Dayang.
Ganguan server PPDB ini memaksa Dinas Pendidikan sempat menunda pengumuman penerimaan siswa, dari yang sebelumnya dijadwalkan diumumkan pada 9 Juli diundur sehari menjadi 10 Juli. (sn318)










