“Kami tidak berhasil mendudukkan gubernur di Kaltim. Biasanya, Golkar selalu mendapatkan kursi gubernur dan Ketua DPRD Kaltim. Oleh karena itu, tidak boleh diulangi lagi,” tegas Airlangga.
Tak ada agenda khusus kedatangan Airlangga Hartarto. Acara yang digelar di Ballroom Hotel Grand Senyiur hanya berbalut silaturahim Ketua Umum dengan jajaran DPD Kaltim.
Kehadiran Ketua Umum disambut dengan sorak sorai dukungan agar dirinya menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pipres 2019 mendatang telah gegap gempita.
Tak hanya itu, perhelatan yang juga dihadiri beberapa pegurus DPP Partai Golkar ini juga diwarnai dengan pembacaan pernyataan sikap dukungan yang dilakukan Ketua Harian DPD Golkar Kaltim, Makmur HAPK dan ditandatangani pula oleh 10 Ketua DPD Golkar tingkat kabupaten/kota.
“Hasil pembangunan yang dilakukan Presiden sudah terasa dan dirasakan merata di Indonesia sehingga prestasi ini harus dilanjutkan dan ditingkatkan dengan didampingi seorang Wakil Presiden yang berintegritas dengan rekam jejak yang baik,” ucap Makmur.
Airlangga dianggap sebagai figur pantas karena juga memimpin partai besar serta menjamin pemerintahan demi kesinambungan pembangunan nasional. “DPD Golkar Kaltim menyatakan dukungan demi terwujudnya kesejahteraan bangsa Indonesia,” tukasnya.
Menanggapinya, Airlangga mengatakan dukungan itu merupakan amanah dan menjadi pegangan dalam upaya membesarkan Partai Golkar. Mengingat kontestasi Pemilu 2019 merupakan Pemilihan Presiden serta Legislatif.
“Keputusan menentukan Wakilnya, kami serahkan ke Presiden,” katanya
Rapimnas dan Munaslub Golkar memutuskan mendukung Jokowi untuk periode kedua. “Penentuan cawapres, kami bersama para ketua partai koalisi menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden,” ungkapnya.
Presiden, lanjut Airlangga, mengapresiasi Partai Golkar yang selama ini konsisten mendukung pemerintahan sehingga bisa menjaga pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 5 persen sehingga bisa membangun infrastruktur dan berbagai iklim investasi lainnya.
“PDB Indonesia tembus menjadi 16 besar dunia dan pemerintah telah meluncurkan visi ke depan bangsa ini yang dikenal dengan nama Making Indonesia 4.0 yang intinya agar ekonomi Indonesia masuk 10 besar dunia pada 2030 mendatang,” jelasnya. (hn518)