Isran Bakal Evaluasi Proyek Awang Faroek
2 menit baca636 kali dibaca

SAMARINDA – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2018-2019 hampir pasti dimenangkan Isran Noor-Hadi Mulyadi.
Sejumlah pekerjaan rumah sudah menanti mantan Bupati Kutai Timur ini jika dilantik sebagai orang nomor 1 di Bumi Etam. Di antaranya evaluasi terhadap program di masa pemimpin Awang Faroek Ishak.
Di antara yang akan dievaluasi adalah proyek yang tengah berjalan, yaitu pembangunan hotel Syariah yang berdampingan dengan Islamic Center dan pembangunan masji di Lapangan Kinibalu. Evaluasi menimbang dari sudut manfaat dan prioritas masyarakat.
“Apa harus dilanjutkan atau tidak. Kalaupun dilanjutkan itu tidak akan menggunakan APBD. Jadi di sini saya tekankan bahwa kami tidak akan menghentikan proyek tetapi kami mengevaluasi. Dan kami pun jika nantinya dilanjutkan akan diusahakan mendapatkan bantuan dana pusat. Misalnya jalan tol dan pembangunan jembatan kembar,” jelas Isran, Jumat (6/7).
Ia berkeinginan pembangunan infrastruktur di Kaltim seperti yang ada di pulau Jawa. Contohnya pembangunan jalan tol itu seharusnya tidak menggunakan APBD semua menggunakan dana BUMN dan dana swasta.
“Nggak itu menggunakan APBD. Apalagi sudah mau habis Rp8 triliun. Bangun bandara hampir Rp1 triliun. Itulah yang akan kami evalusi, dana APBD itu murni untuk masyarakat,” terangnya.
Sementara untuk pembangunan hotel Syariah di Islamic Center dan masjid di Kinibalu. Isran dengan tegas menuturkan kemungkinan pembangunan tersebut bakal dibatalkan. Karena, tidak ada di Masjid Madinah dan Mekkah ada pembangunan hotelnya.
“Kecuali hotel itu dibangun lebih dulu baru masjid. Dan itu sudah ada di daerah lainnya. Siapa bisa menjamin kalau hotel itu syariah, mungkin cuma sebut-sebutan saja,” bebernya.
Apalagi lahan pembangunan hotel Syariah tersebut milik Kementerian Kehutanan yang diserahkan ke Inhutani untuk dikelola. “Di sana banyak mantan karyawan eks-inhutani yang tinggal di situ. Itu yang lebih prioritas dipikirkan, kasihan terusir-usir dan tidak jelas statusnya.
Sama dengan halnya pembangunan masjid di lapangan Kinibalu. “Di situ banyak ditentang masyarakat. Kemungkinan akan dikembalikan sediakala atau dibangun cagar budaya yang masyarakat suka. Asal tahu saja di situ tempat saya bermain bola masa kecil,” ungkapnya. (sn318)










